Dalam laporannya, Penjabat Bupati TTS, Seperius Edison Sipa, menyampaikan bahwa Kabupaten TTS memiliki potensi lahan pertanian yang sangat besar, baik lahan basah maupun lahan kering. Pemerintah daerah terus mendorong kelompok tani untuk memanfaatkan Kredit Mikro Merdeka dari Bank NTT untuk pembiayaan pertanian. Selain itu, Pemkab TTS juga telah berkoordinasi dengan Perum Bulog wilayah TTS untuk memastikan harga jual beras petani stabil dan sesuai dengan peraturan Badan Pangan Nasional.
Sementara itu, anggota DPRD Provinsi NTT Dapil TTS, Inche Sayuna, mengungkapkan bahwa sebanyak 72 kelompok tani di kawasan Persawahan Bena dibina khusus untuk memanfaatkan bantuan Kredit Mikro Merdeka. Ia berharap kerjasama dengan Bulog dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan menjadikan kawasan ini sebagai Food Estate, seperti halnya di Sumba dan Malaka.
Kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan simbolis kepada lima perwakilan kelompok tani, yang berupa mesin perontok padi, hand traktor, pestisida, benih padi, jagung, kacang hijau, dan sarana produksi lainnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, serta pimpinan perangkat daerah Kabupaten TTS, Camat Amanuban Selatan, Deddy Leokuna, dan perwakilan dari Pupuk Indonesia NTT, serta Kepala Desa Bena, Charles Nabuasa.
Dengan adanya kunjungan ini, Pj. Gubernur NTT berharap agar potensi pertanian di TTS semakin berkembang dan dapat memberikan manfaat lebih bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan di NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










