Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Gubernur NTT: Kolaborasi KSP Kopdit Swasti Sari dan KopDes Merah Putih Kunci Pembangunan Ekonomi Masyarakat

Editor: Redaksi
IMG 20250331 WA0018

Kupang, Mensanews.comGubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, memberikan sambutan hangat pada acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Swasti Sari yang ke-36, yang diselenggarakan di Aula Hotel Harper pada Minggu, 30 Maret 2025. RAT ini mengusung tema “Merawat Kebersamaan Memperkuat Jati Diri KSP Kopdit Swasti Sari,” sebagai upaya untuk mempererat semangat kebersamaan dalam membangun perekonomian masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Laka Lena memberikan apresiasi tinggi kepada KSP Kopdit Swasti Sari yang telah beroperasi selama 37 tahun dan berperan signifikan dalam membangun ekonomi masyarakat, khususnya di NTT.

“Kami memberikan apresiasi kepada KSP Kopdit Swasti Sari yang sudah berjalan 37 tahun dan tentunya memiliki peran besar dalam membangun ekonomi masyarakat di NTT,” kata Gubernur.

Baca Juga :  Alex Ofong Mengapresiasi Optimisme Gubernur NTT dan Beri Catatan Kritis

Laka Lena menekankan pentingnya evaluasi kinerja yang dilakukan dalam RAT ini, yang meliputi aspek kelembagaan, usaha, dan keuangan. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun rencana kerja dan anggaran yang lebih strategis untuk tahun yang akan datang, guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi.IMG 20250331 WA0012

Menurut Gubernur, koperasi memainkan peranan yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi, baik di tingkat desa maupun daerah. “Dalam perjalanan bangsa ini, peranan koperasi sangat vital. Koperasi bukan hanya sebagai pendorong perekonomian masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak sektor-sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” ungkapnya.

Baca Juga :  Rapat bersama Kepala Desa dan Camat Se-Kabupaten Lembata, Gubernur VBL Minta Penyajian Data Harus Tepat dan Akurat

Gubernur juga menyampaikan bahwa koperasi saat ini mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat, khususnya melalui kebijakan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang digagas oleh Presiden Prabowo. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi desa-desa di seluruh Indonesia untuk mengembangkan ekonomi melalui koperasi.