Plt. Ketua PMI Provinsi NTT, Alfridus Bria Seran, menyatakan bahwa PMI tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi aktif membangun ketangguhan komunitas dari tingkat akar rumput.
Program-program seperti ELEKTRA, Cross-Border Collaboration dengan Timor Leste, hingga distribusi air bersih dan promosi donor darah, disebut menjadi bagian dari pendekatan holistik PMI dalam mengelola risiko bencana di NTT.
“PMI kini bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang siaga dan tahan terhadap bencana,” jelas Alfridus.
Kisah Lapangan: Dari Erupsi Lewotobi ke Ruang Sosialisasi
Gubernur Melki juga berbagi pengalaman saat mendampingi Menteri Kependudukan dalam kunjungan ke wilayah terdampak erupsi Gunung Lewotobi. Ia menggambarkan betapa kompleksnya dampak bencana, dari evakuasi, penyediaan air bersih, hingga trauma psikologis masyarakat.
“Bencana tidak hanya menghancurkan rumah, tapi juga memukul batin dan masa depan. Karena itu, kita harus bersatu membangun sistem yang tangguh,” tegasnya.
Seruan Aksi Bersama
Menutup sambutannya, Gubernur mengajak semua elemen masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap bencana, dari reaktif menjadi proaktif.
“Ayo donor darah, ayo bangun NTT yang siaga dan kuat,” serunya, disambut tepuk tangan peserta dari berbagai lembaga dan komunitas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










