Dalam ajang pameran ini, Kabupaten Sikka menampilkan produk-produk unggulan berbasis budaya lokal dan ramah lingkungan: tenun ikat Maumere yang kaya motif, anyaman pandan yang tahan lama, serta aksesoris etnik dari limbah organik yang memadukan seni dan kepedulian lingkungan.
Produk-produk tersebut sukses mencuri perhatian para pengunjung, termasuk pelaku usaha besar dari Jakarta, Surabaya, dan bahkan beberapa buyer internasional yang tengah menjajaki potensi kerja sama ekspor produk kerajinan Indonesia.
Forum, Workshop, dan Diplomasi Budaya
Selain pameran, peringatan HUT Dekranas ke-45 juga diisi dengan forum diskusi interaktif, workshop pengembangan produk, serta pertunjukan budaya lintas daerah. Ini menjadi ruang bertukar pengalaman, memperkuat solidaritas antarperajin, dan memperluas wawasan tentang tren pasar global.
Dari Maumere untuk Dunia
Kehadiran Dekranasda Sikka, dipimpin Ny. Fista Sambuari Kago, menjadi refleksi komitmen kuat untuk terus mengangkat martabat perajin lokal, sekaligus memperjuangkan kehadiran UMKM Kabupaten Sikka dalam peta ekonomi kreatif nasional dan global.
Dengan semangat #BanggaBuatanIndonesia, Kabupaten Sikka menunjukkan bahwa ketika tradisi bertemu inovasi, produk lokal pun bisa melangkah jauh dari Maumere untuk Indonesia, bahkan dunia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










