UPT Perhubungan Wilayah 3, yang membawahi lima kabupaten, menghadapi keterbatasan jumlah terminal provinsi yang dikelola, meski telah mencapai 77,8% target PAD.
UPT Pendapatan Daerah Sikka mengungkapkan tantangan serupa dengan Flores Timur: rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, lemahnya penegakan hukum, serta biaya balik nama kendaraan yang masih tinggi.
Langkah Perbaikan dan Solusi yang Didorong
Sebagai tindak lanjut atas persoalan tersebut, sejumlah strategi perbaikan telah dan akan terus dilakukan, antara lain:
Digitalisasi layanan perpajakan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi;
Edukasi dan sosialisasi masif melalui pendekatan door to door maupun forum kolektif;
Koordinasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Kabupaten Sikka untuk menerapkan zona integritas dan memberi contoh dari ASN.
Seruan Akhir: Pola Baru, Sinergi Baru
Di akhir arahannya, Gubernur Melki kembali menegaskan pentingnya berpikir dengan pola baru. Tidak hanya dalam hal penagihan pajak, tapi juga dalam pengelolaan aset dan kolaborasi lintas pihak.
“Jangan ada aset daerah yang mangkrak. Semua bisa kerja sama. Kita mesti ubah mindset, kerja lintas sektor, dan dorong hilirisasi. Itulah jalan meningkatkan PAD ke depan,” pungkasnya.
Pertemuan kerja di Sikka ini dihadiri oleh jajaran tinggi Pemerintah Provinsi NTT, antara lain Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Biro Perekonomian, serta Kepala Badan Aset dan Keuangan Daerah. Hadir pula Wakil Bupati Sikka, Sekda Kabupaten Sikka, dan seluruh perwakilan UPTD provinsi di wilayah tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










