Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Bukan Pertama Kali, Puskesmas Waiknuit Diambang Krisis Kemanusiaan

Reporter : Oll Editor: Redaksi
IMG 20250924 WA0019

Untuk rujukan itu memang kewenangan dokter Erick,” jelas Oni.

Ia juga mengakui adanya kekeliruan dari pihak Puskesmas karena tidak langsung mengikuti proses pemakaman bayi yang meninggal tersebut. Kunjungan ke rumah duka baru dilakukan pada hari Senin, 22 September.

Oni menyebutkan bahwa kronologis kejadian telah disampaikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata untuk ditindaklanjuti.

Desakan Pemeriksaan dan Evaluasi

Dengan adanya kejadian ini, Dominikus mendesak pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Waiknuit guna melihat langsung kondisi pelayanan di sana.

Baca Juga :  PLN Gelar Santunan  Beasiswa Dhuafa Untuk 366 Anak NTT

“Kalau bisa, ganti semua tenaga kesehatan yang tidak serius bekerja. Kami butuh orang yang mau melayani masyarakat dengan tulus, bukan yang hanya menjalankan tugas asal-asalan,” pungkasnya.

Rekam Jejak yang Perlu Dievaluasi

Kasus ini menambah deretan panjang keluhan masyarakat terhadap layanan kesehatan di wilayah pedesaan, khususnya di wilayah-wilayah terpencil seperti Atadei. Jika benar pelayanan buruk telah berlangsung berulang kali, maka hal ini bukan lagi sekadar kelalaian individu, melainkan mencerminkan krisis sistemik dalam manajemen Puskesmas Waiknuit.

Pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata diharapkan segera mengambil langkah cepat dan tegas agar insiden serupa tidak terus terulang, dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan bisa dipulihkan.