“Untuk rujukan itu memang kewenangan dokter Erick,” jelas Oni.
Ia juga mengakui adanya kekeliruan dari pihak Puskesmas karena tidak langsung mengikuti proses pemakaman bayi yang meninggal tersebut. Kunjungan ke rumah duka baru dilakukan pada hari Senin, 22 September.
Oni menyebutkan bahwa kronologis kejadian telah disampaikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata untuk ditindaklanjuti.
Desakan Pemeriksaan dan Evaluasi
Dengan adanya kejadian ini, Dominikus mendesak pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Waiknuit guna melihat langsung kondisi pelayanan di sana.
“Kalau bisa, ganti semua tenaga kesehatan yang tidak serius bekerja. Kami butuh orang yang mau melayani masyarakat dengan tulus, bukan yang hanya menjalankan tugas asal-asalan,” pungkasnya.
Rekam Jejak yang Perlu Dievaluasi
Kasus ini menambah deretan panjang keluhan masyarakat terhadap layanan kesehatan di wilayah pedesaan, khususnya di wilayah-wilayah terpencil seperti Atadei. Jika benar pelayanan buruk telah berlangsung berulang kali, maka hal ini bukan lagi sekadar kelalaian individu, melainkan mencerminkan krisis sistemik dalam manajemen Puskesmas Waiknuit.
Pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata diharapkan segera mengambil langkah cepat dan tegas agar insiden serupa tidak terus terulang, dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan bisa dipulihkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










