Ia menilai sebuah berita tidak otomatis berkualitas hanya karena memperoleh jumlah penonton yang tinggi.
“Bukan tentang seberapa banyak orang membaca tulisan kita, tetapi seberapa banyak orang percaya terhadap tulisan kita. Quality over quantity. Kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah persaingan media digital yang semakin ketat. Judul sensasional dan informasi yang kontroversial memang berpotensi mendatangkan perhatian publik, tetapi kepercayaan pembaca dibangun melalui proses panjang.
Karena itu, Christian mendorong wartawan untuk tetap mengedepankan profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
SMSI NTT Didorong Terus Berikan Manfaat
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang juga memberikan apresiasi terhadap keberadaan SMSI NTT sebagai organisasi perusahaan media siber yang terus mendorong peningkatan kualitas insan pers.
Christian menegaskan, sebuah organisasi seharusnya tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.
“Saya selalu mengatakan, organisasi itu harus bermanfaat. Jangan hanya menjadi tempat berkumpul. SMSI hari ini membuktikan dirinya melalui pelatihan seperti ini yang berdampak pada peningkatan kualitas wartawan,” katanya.
Ia kemudian menggunakan analogi kapal untuk menggambarkan bagaimana sebuah organisasi harus menjalankan perannya.
“Kapal dibuat bukan untuk ditambatkan di dermaga. Kapal dibuat untuk menghajar ombak. Begitu juga SMSI. Organisasi ini harus hadir menjawab tantangan masyarakat dan menjadi bagian dari solusi melalui karya jurnalistik yang berkualitas,” ujarnya.
Pemkot Kupang Buka Ruang Kolaborasi dengan SMSI
Dukungan terhadap peningkatan kualitas pers juga diarahkan pada penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang dan SMSI NTT.
Christian meminta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang untuk memperluas ruang komunikasi dan kolaborasi dengan organisasi pers, termasuk SMSI NTT.
Ia bahkan mengusulkan agar lima wartawan SMSI yang dinilai kompeten dan telah memiliki sertifikasi dapat dilibatkan dalam penyampaian informasi pembangunan Pemerintah Kota Kupang melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan dan penganggaran.
“Saya minta nanti teman-teman SMSI mengusulkan lima orang yang kompeten dan sudah memiliki sertifikasi untuk membantu menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Saya ingin masyarakat menerima informasi yang akurat dan terpercaya,” ujarnya.
Usulan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kompetensi dan sertifikasi dalam mendukung profesionalisme wartawan.
Namun, kolaborasi antara pemerintah dan media tetap harus ditempatkan dalam koridor independensi pers, transparansi, kepentingan publik, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










