Kupang, Mensanews.com- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di NTT tidak boleh sekadar mengejar kuantitas proyek, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Jasa Konstruksi Provinsi NTT di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Selasa (13/1/2026).
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Gubernur Melki menekankan pentingnya fokus dan keberanian pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan.
Infrastruktur, menurut Gubernur Melki tetap menjadi instrumen utama untuk menekan kesenjangan wilayah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Infrastruktur dalam RPJMD NTT 2025–2029
Melki menjelaskan, pembangunan infrastruktur merupakan bagian strategis dari misi pertama RPJMD Provinsi NTT 2025–2029, terutama pada pilar ketiga, yaitu pemerataan infrastruktur berkelanjutan. Pilar ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar seperti jalan, air bersih, listrik, sanitasi, dan rumah layak huni.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas infrastruktur dan memastikan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses terhadap layanan dasar yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.
Namun demikian, ia mengakui bahwa pembangunan infrastruktur di NTT belum sepenuhnya merata. Kondisi geografis kepulauan, keterbatasan anggaran, serta kebutuhan sektor lain yang sama-sama mendesak membuat pemerintah provinsi harus mengambil langkah efisiensi anggaran.
“Secara aturan, porsi anggaran infrastruktur sekitar 40 persen. Tapi kalau dipaksakan, sektor lain bisa terabaikan. Pendidikan saja hampir menyerap 50 persen anggaran. Karena itu, kami melakukan efisiensi dan fokus pada kebutuhan paling mendesak,” Jelasnya.
Prioritas Pembangunan: Air Bersih, Jalan, dan Rumah Layak Huni
Pada tahun 2025, pembangunan infrastruktur difokuskan pada tiga klaster wilayah, yakni Timor dan Rote, Flores dan Alor, serta Sumba dan Sabu Raijua. Program prioritas meliputi pembangunan sumur bor, peningkatan jalan dengan skema long segment, rekonstruksi jaringan air bersih, serta rehabilitasi infrastruktur dasar.
Melki Laka Lena menilai air bersih dan konektivitas jalan masih menjadi kebutuhan paling mendesak masyarakat NTT. Namun, sektor sanitasi khususnya pembangunan jamban dan pemeliharaan irigasi masih menjadi pekerjaan rumah besar karena memerlukan biaya yang relatif tinggi.
Untuk menutup keterbatasan fiskal daerah, Pemprov NTT terus memperkuat kolaborasi dengan balai-balai teknis pemerintah pusat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










