Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Anggaran Minim, Dampak Maksimal: Gubernur NTT Peringatkan Infrastruktur Wajib Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Proyek

Reporter : Oll
IMG 20260113 WA0021

Kupang, Mensanews.com- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di NTT tidak boleh sekadar mengejar kuantitas proyek, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Jasa Konstruksi Provinsi NTT di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Selasa (13/1/2026).

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Gubernur Melki menekankan pentingnya fokus dan keberanian pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan.

Infrastruktur, menurut Gubernur Melki tetap menjadi instrumen utama untuk menekan kesenjangan wilayah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

Baca Juga :  Batas Administrasi Wilayah TTS dan Malaka Mendapat Kepastian Melalui Permendagri Nomor 45 Tahun 2022

Infrastruktur dalam RPJMD NTT 2025–2029

Melki menjelaskan, pembangunan infrastruktur merupakan bagian strategis dari misi pertama RPJMD Provinsi NTT 2025–2029, terutama pada pilar ketiga, yaitu pemerataan infrastruktur berkelanjutan. Pilar ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar seperti jalan, air bersih, listrik, sanitasi, dan rumah layak huni.IMG 20260113 WA0020

“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas infrastruktur dan memastikan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses terhadap layanan dasar yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.

Namun demikian, ia mengakui bahwa pembangunan infrastruktur di NTT belum sepenuhnya merata. Kondisi geografis kepulauan, keterbatasan anggaran, serta kebutuhan sektor lain yang sama-sama mendesak membuat pemerintah provinsi harus mengambil langkah efisiensi anggaran.

Baca Juga :  Gubernur Melki Laka Lena dan Menteri PU Tinjau Langsung Dampak Banjir Bandang di Nagekeo

“Secara aturan, porsi anggaran infrastruktur sekitar 40 persen. Tapi kalau dipaksakan, sektor lain bisa terabaikan. Pendidikan saja hampir menyerap 50 persen anggaran. Karena itu, kami melakukan efisiensi dan fokus pada kebutuhan paling mendesak,” Jelasnya.

Prioritas Pembangunan: Air Bersih, Jalan, dan Rumah Layak Huni

Pada tahun 2025, pembangunan infrastruktur difokuskan pada tiga klaster wilayah, yakni Timor dan Rote, Flores dan Alor, serta Sumba dan Sabu Raijua. Program prioritas meliputi pembangunan sumur bor, peningkatan jalan dengan skema long segment, rekonstruksi jaringan air bersih, serta rehabilitasi infrastruktur dasar.

Baca Juga :  Penjaminan Langsung vs Tidak Langsung: Strategi Cerdas PT Jamkrida NTT untuk Pembangunan NTT

Melki Laka Lena menilai air bersih dan konektivitas jalan masih menjadi kebutuhan paling mendesak masyarakat NTT. Namun, sektor sanitasi khususnya pembangunan jamban dan pemeliharaan irigasi masih menjadi pekerjaan rumah besar karena memerlukan biaya yang relatif tinggi.
Untuk menutup keterbatasan fiskal daerah, Pemprov NTT terus memperkuat kolaborasi dengan balai-balai teknis pemerintah pusat.IMG 20260113 WA0019