Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Harapan Baru Warga Rote Timur, PLN Mulai Bangun Jaringan Listrik Desa di Batefalu dan Serubeba

IMG 20260824 WA0011
Foto bersama tim Sosialisasi Pembangunan Jaringan Listrik Desa PLN UP2K Kupang dan ULP Rote Ndao dengan masyarakat Desa Serubeba di Gereja GMIT Ebenhezer Serubeba.

PLN Minta Dukungan Warga

Manager PLN UP2K Kupang, Albertus Koko Hendriyanto, mengatakan keberhasilan pembangunan jaringan listrik tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis PLN, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Ia mengapresiasi respons warga selama sosialisasi dan berharap komunikasi tersebut terus terjaga selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami bersyukur sosialisasi berlangsung interaktif. Dukungan masyarakat sejak tahap awal, pematokan, hingga proses konstruksi selesai sangat kami harapkan agar warga bisa segera menikmati listrik yang aman,” ungkap Koko.

Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bagian penting untuk memperlancar pekerjaan di lapangan, terutama berkaitan dengan jalur jaringan, akses pembangunan, serta aspek keselamatan di sekitar infrastruktur kelistrikan.

Dengan kolaborasi tersebut, proses pembangunan diharapkan berjalan efektif sekaligus meminimalkan potensi gangguan yang dapat menghambat pekerjaan.

Baca Juga :  Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Melkiades Laka Lena -Johanis Asadoma: Fondasi Dibangun, Akselerasi Diuji

Bukan Sekadar Terang, tetapi Menggerakkan Desa

General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistiyono, menegaskan perluasan jaringan listrik ke wilayah Rote Timur merupakan bagian dari komitmen PLN menghadirkan keadilan energi hingga ke pelosok Nusa Tenggara Timur.

Menurut Eko, listrik memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar penerangan rumah warga.
“Listrik bukan sekadar penerangan, melainkan penggerak roda ekonomi dan sosial masyarakat. Kami berharap hadirnya Lisdes di Rote Ndao ini dapat memperluas akses energi, mendorong produktivitas warga, serta membawa kemajuan nyata bagi desa,” pungkas Eko.

Pernyataan tersebut menggambarkan arah pembangunan kelistrikan yang tidak hanya berorientasi pada tersedianya jaringan, tetapi juga pada dampak sosial dan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 1601-05/Kota Waingapu Mendampingi Pelaksanaan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Ketika listrik tersedia secara andal, ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha menjadi lebih terbuka. Pelaku usaha kecil dapat memanfaatkan peralatan listrik, anak-anak memiliki lingkungan belajar yang lebih mendukung, sementara aktivitas sosial dan pelayanan masyarakat dapat berlangsung lebih optimal.

Menanti Desa Batefalu dan Serubeba Benar-Benar Terang

Pembangunan Lisdes di Desa Batefalu dan Desa Serubeba kini menjadi harapan baru bagi masyarakat Rote Timur. Sosialisasi, pematokan titik tiang, hingga pemetaan jalur jaringan menjadi tahapan awal menuju satu tujuan: menghadirkan akses listrik yang aman dan andal bagi warga.

Namun, pekerjaan tersebut membutuhkan kesinambungan sinergi. PLN membutuhkan dukungan pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga untuk memastikan seluruh proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan berarti.

Baca Juga :  Mendukung Kemajuan Pendidikan Di Lembata, YBM PLN Bangun Gedung Pesantren

Di wilayah kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur, pemerataan akses energi memiliki arti strategis. Infrastruktur listrik dapat menjadi salah satu fondasi untuk mempersempit kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.

Karena itu, pembangunan jaringan listrik di Batefalu dan Serubeba bukan sekadar proyek pemasangan tiang dan kabel. Ia merupakan investasi bagi masa depan masyarakat sebuah upaya menghadirkan kesempatan yang lebih luas bagi pendidikan, ekonomi, pelayanan sosial, dan kehidupan warga.
Dari titik-titik tiang yang mulai dipatok di tanah Rote Timur, harapan masyarakat kini perlahan bergerak menuju kenyataan: desa yang lebih terang, ekonomi yang lebih hidup, dan masa depan yang lebih terbuka.