Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Danramil Betun Bantah Jika ada Anggota Yang Aniaya Jurnalis

IMG 20210416 WA0030
Tampak Wakil Bupati Malaka, Danramil Betun dan anggota, bersama Jurnalis Seldy (baju kaos putih berkerak) dan teman-teman, saat selesai berikan klarifikasi Di Kediaman Wakil Bupati Malaka

Seldy juga mengatakan bahwa pada saat itu ia melihat ada perdebatan antara Anggota Koramil Betun dengan Pak ady leky. “Pantauan saya, anggota Koramil Betun berdebat bersama pak Ady Leky di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, pada Kamis (15/4/2021) sekitar pukul 13.58 WITA,” kata Seldi.

Secara rinci Seldi merincikan kronologi kejadian.
Pada saat dirinya melihat kejadian antara anggota Koramil bersama Ady leky, dia langsung arahkan kamera menuju perdebatan itu. Saat itu anggota Koramil (Albert. T) melihat Seldi mengambil gambar situasi perdebatan mereka bersama Ady Leky.

“Pada saat itu juga  anggota koramil langsung teriak jangan rekam. Selanjutnya anggota menuju ke saya yang jaraknya 10 meter dari perdebatan mereka. Saya sempat teriak. Saya wartawan sambil tunjuk kartu pers,” ungkapnya

Baca Juga :  Soal Covid-19, Bupati Malaka Akan Terus Monitor ke Kecamatan Dan Desa

Seldi mengatakan dia sudah menjelaskan punya hak mengambil gambar dan meliput setiap kejadian yang ditemui. Saat itu, Handphone miliknya dirampas anggota Koramil, M. Banobe namun dia berusaha mengambil kembali. Akibatnya situasi semakin makin panas, sebab Seldi didorong oleh oknum anggota Koramil Betun Albert. T.

“Usai kejadian, saya langsung tinggalkan lokasi kejadian menuju betun bersama teman wartawan Maksi Manek. Saat itu Ans Taolin yang mengamankan situasi bersama pak Ady Leky dan anggota Koramil, apa itu masalahnya saya tidak tahu-menahu. Atas kejadian itu, saya cukup trauma, ini bisa terancam saat melakukan kegiatan liputan. Walau demikian, intinya kita sesama petugas lapangan saling melindungi dan kerja sama membantu korban banjir Malaka,” kata Seldi.