Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Bupati Simon Nahak : When Politic End, Administration Begin

simonsimonsimon

Bupati Simon meminta kepada Anggota Dewan agar sebelum memberikan kritik mestinya mengenal dulu siapa dan apa yang akan dikritik. “Silahkan cek siapa saya, silahkan cari tau, bagaimana saya membangun relasi.

Jadi apa yang kita inginkan untuk membangun Malaka tentu kita semua punya panduan.

Namun hari ini saya dipercayakan bersama pak Kim untuk memimpin Malaka. Tentunya kami punya visi dan misi yang menjadi panduan dan harus kami sosialisasikan serta implementasikan. Jika tidak sesuai menurut Bapak dan Mama Dewan, mari kita sama-sama duduk dan kita koreksi. “Kami pasti menerima masukan dengan argumentasi harus jelas, pasti, dan asli sehingga berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bukan individu atau kelompok,”, pinta Simon Nahak.

Baca Juga :  Bupati Simon : Kata Kuncinya Tenang, Sabar, Fokus dan Percaya Diri

Bagi Bupati Simon Nahak, hukum tertinggi adalah kesejahteraan masyarakat. Untuk itu kita harus bekerja bukan berbicara. Visi dan misi sudah kami sampaikan. Visi kami adalah terwujudnya kabupaten Malaka yang berbudaya, berkarakter, beraklak, mandiri, berkarir dan sejahtera.

“Berbudaya artinya menempatkan hukum cinta kasih diatas segalanya. saya adalah kamu, kamu adalah saya, berbudaya tidak hanya dibibir mari kita implementasikan budaya.

Sebaiknya kita kaji dan kita kaitkan dengan sila ke 4, musyawara mufakat dan dalam politik pasti akan ada perubahan bisa saja  ini ada pemilihan langsung, bisa saja besok lusa keterwakilan aspirasi rahyat.

Baca Juga :  Terkait Hasil Audit Kerugian Negara 16 Miliar Rupiah, Kepala BKD NTT Mengakui Kinerja SN-KT

Apa yang kita bicarakan itulah yang kita lakukan. Itulah 4 kekayaan yang ada dalam diri setiap insan.Hanya entah sadar atau tidak sadar tidak ada yang tahu. Hanya kita dengan Tuhan yang tahu

Harus bersikap adil karena  Bupati tidak sendirian membangun Tanah Malaka. Bupati dan Wakil Bupati ada karena rakyat. Bupati dan Wakil Bupati ada karena ada dewan disini. Kita harus berbagi kebahagiaan, saling berbagi karena jika ada yang tidak mendapat bagian saya sangat tersentuh.

“Karena tidak ada orang yang jadi bupati dan berbicara ketika meninggal tolong siapkan tanah seluas 10 hektar supaya  bisa di kubur disitu. Ini pernyataan yang tidak mungkin ada. Ukuran untuk  kita itu sudah ada jadi kita harus saling menyayangi”.

Baca Juga :  Bupati Simon : Kunci Kemenangan Atlet Yakni Sportif, Fokus dan Ketepatan

“Mari kita sama-sama  lakukan sesuatu yang baik. Dan gol terakhir, sasaran terakhir sebagaimana kata-katanya pak ketua, cetak gol, dan gol terakhir adalah kesejahteraan bagi masyarakat Malaka.(Ollchan)