Pendapat senada diungkapkan Pendeta Nelman. “Memang gereja masih berpikir dogmatis sehingga masih sibuk dengan urusan dogma tanpa memikirkan kesejahteraan umatnya,” kritik Pendeta Nelman.
“Memang perlu terobosan dan kerjasama untuk menyadarkan gereja dan umatnya akan pentingnya kemajuan ilmu pengetahuan, pak Gub,” ujar Pendeta Nelman.
Terkait materi bedah buku, Pendeta Nelman mengaku, pihaknya menghindari cara berpikir dogmatis apalagi moralis. “Saya lebih melihat karya Pater Fritz ini sebagai miniatur antologi. Karena itu, saya lebih menekankan aspek kontemplatif dan reflektif,” katanya.
Audiens yang berlangsung sejam itu ditandai dengan penyerahan Buku SANG MESIAS Antologi Puisi Religi, Undangan, Penyerahan Buku Mutiara Dari Flobamorratass (Aneka Dongeng Masyakarat NTT) karya Yohanes AR.Teme dengan Penulis Prolog Dr. Marsel Robot, MSi, Epilog Pater Fritz Meko, SVD dan Editor Valerius P. Guru, S.Sos dan foto bersama.
Ikut mendampingi Pater Fritz, Audiens bersama Gubernur VBL yakni; Pendeta Dr. Nelman A. Weny, M.Th, Ketua Panitia Jansen Meko dan Seksi Acara, Hendro Prateme. Pembedah Buku selain Pendeta Nelman yang juga staf pengajar pascasarjana IAKN Kupang, kritikus sastra NTT, Drs. Yan Sehandi, M.Si dan Dosen FKIP Undana Kupang, Dr. Marsel Robot, M.Si. (*)
Sumber: VG
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










