Dikatakan, motto itu sesungguhnya menjadi motivasi bagi setiap putera daerah agar merasa terpanggil untuk membangun daerah. “Jangan suka memuji yang lain, sementara milikmu sendiri diabaikan. Saya termotivasi sehingga selalu berkata, kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” jelasnya.
Semua ini dan beras Nona Malaka yang dilaunching saat ini, kata Bupati Simon dilakukan karena terinspirasi dengan Rai Malaka sebagai tanah kelahiran. “Kita harus bangga memiliki Malaka, karena wilayah yang potensial,” tukasnya.
Beras Nona Malaka, salah satu janji kampanye politik pasangan Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H.,M.H dan Wakil Bupati (Wabup), Louise Lucky Taolin, S. Sos saat Pilkada 2020 silam. Produksi beras Nona Malaka banjir dukungan. Dukungan itu berasal dari Perum Bulog dan Bank NTT untuk pemasaran. Selain itu berasal dari sejumlah perguruan tinggi di tanah air seperti Universitas Denpasar Bali, Universitas Timor Kefamemanu dan Universitas Citra Bangsa yang sudah menandatangani memorandum of understanding untuk program peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertanian dan bidang pembangunan lain.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










