Gubernur mengungkapkan, lima tahun lagi, produk-produk industri yang pakai energi dapat diterima lagi. Harus pakai energi baruukan. Satu-satunya yang paling cepat untuk pasokan listrik nasional adalah energi matahari.
“Tempat yang paling pas dan tepat untuk ini adalah pulau sumba, sekali lagi pulau sumba. Bisa memasok energi listrik dengan energi terbarukan untuk Jawa dan Sumatera. Akan dibuatkan 20 ribu mega watt, mulai pertama 2.000 mega watt. Kabelnya tarik dari sini sampai pulau Payton, ujung Surabaya, “jelas VBL.
Untuk sukseskan ini, jelas VBL, Pemerintah Provinsi besama PLN dan para peneliti akan serahkan proposal langsung ke Presiden. Sesuai permintaan presiden, pengguanaan energi terbaruukan harus mencapai 30 persen sampai akhir pemerintahannya. Sementara saat ini penggunaan energi terbarukan sekitar 2 persen lebih.
“Ini peluang kita. Kita harus upayakan sebelum akhir masa jabatan presiden, proyek ini harus dikerjakan. Listrik sudah tidak ada masalah lagi dan malahan kita bisa menjual potensi ini ke daerah lain,” jelas Gubernur.
Di akhir krisisnya, VBL meminta agar orang-orang itu berita gembira secara positif. Masyarakat dihimbau untuk tidak menjual tanah di pinggir pantai.
“Jangan jual, nanti kita sudah punya listrik sendiri. Orang semua yang datang. Kita boleh punya banyak binatang, tapi kalau tanah dijual dan orang bangun hebat-hebat, kita tidak bisa buat apa-apa. Tolong jangan jual tanah,” pungkas Gubernur Viktor.
Sementara itu Bupati Sumba Tengah, Paul SK Limu mengungkapkan kebijakan Gubernur untuk jadikan Sumba Tengah sebagai program tempat pencanangan TJPS di NTT menuju 40 ribu hektar merupakan motivasi dan energi besar bagi masyarakat dan Pemerintah daerah empat kabupaten di pulau Sumba.
“Terima kasih karena Pemerintah Provinsi telah membantu 10 traktor besar untuk penyiapan lahan tanam ini. Kami telah menyiapkan desain besar untuk TJPS tahun 2021 dengan beberapa kegiatan yang diisi oleh calon petani, calon lahan, kepastian titik udara, pembangunan 100 titik sumur bor, optimalisasi sumber air seperti sungai dan embung. Ini semua bagian dari tekad kami untuk jadikan Sumba Tengah sebagai Kabupaten Benih, “jelas Paul Limu.
Untuk diketahui luas lahan tanam yang sudah disiapkan adalah 10 hektar dari 3.500 hektar lahan yang ada di tempat tersebut. Untuk mengoptimalisakan pemanfaatan lahan seluruhnya akan dibangun 50 sumur bor oleh Pemerintah Provinsi di tempat tersebut.
Total alokasi lahan TJPS untuk Sumba Tengah seluruhnya adalah 11 ribu hektar dengan potensi produksi 500 ton.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur didampingi para bupati se-Sumba mendemonstrasikan dengan cara memilih traktor. Juga melakukan penanaman simbolis benih jagung pada lahan siap tanam.
Tampak hadir pada kesempatan tersebut perwakilan Danrem 161 Wirasakti Kupang, Bupati Sumba Timur, Bupati Sumba Barat Daya, Wakil Bupati Sumba Tengah, Wakil Bupati Sumba Barat Daya, para staf khusus Gubernur NTT, Staf Ahli, Pimpinanan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Sumba Tengah, Forkopimda Kabupaten Sumba Tengah, tokoh masyarakat, tokoh agama, insan pers, masyarakat petani dan undangan lainnya.(*)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








