Tegaskan Keamanan dan Kepastian
Dalam kesempatan tersebut, Charlie juga menyoroti kekhawatiran sebagian pengusaha terkait risiko hukum dalam pembiayaan perbankan daerah. Ia menegaskan bahwa kredit bermasalah tidak otomatis berujung pidana sepanjang prosesnya dilakukan dengan itikad baik dan sesuai aturan.
“Tidak perlu takut berbisnis dengan Bank NTT selama dilakukan secara benar. Kami ingin membangun kepercayaan dan kemitraan yang sehat,” ujarnya.
Charlie menambahkan, sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank NTT memiliki fondasi yang kuat dan berkomitmen menjaga stabilitas serta profesionalisme. Ia menyinggung pengalaman krisis ekonomi nasional yang menunjukkan ketahanan bank pembangunan daerah dalam menghadapi gejolak.
Selain strategi pembiayaan, Charlie juga mengakui pentingnya pembenahan budaya pelayanan. Ia menyebut teknologi dan sistem Bank NTT telah berkembang, namun peningkatan kualitas layanan tetap menjadi prioritas.
“Kami terus memperbaiki diri. Masukan dari nasabah sangat kami butuhkan,” katanya.
Acara Customer Gathering 2026 berlangsung meriah, termasuk penampilan paduan suara internal yang baru dibentuk serta penarikan undian program KCK.
Penandatanganan MoU dengan Dinas PUPR Provinsi NTT turut menandai penguatan sinergi antara perbankan dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.
Melalui momentum tersebut, Bank NTT berharap dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memperluas perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








