Dari sisi kinerja, pemerintah optimistis pembenahan yang dilakukan akan berdampak pada peningkatan dividen pada tahun mendatang. Hal ini menjadi penting karena dividen Bank NTT merupakan salah satu sumber utama PAD.
Selain itu, transformasi ini juga diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Meski demikian, DPRD NTT menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan ketat terhadap implementasi kebijakan tersebut. Transparansi, akuntabilitas, serta profesionalisme manajemen menjadi prasyarat agar transformasi ini tidak berhenti pada perubahan administratif semata, tetapi mampu menghadirkan kinerja nyata.
Penandatanganan berita acara persetujuan bersama menjadi simbol kuat sinergi antara DPRD dan pemerintah provinsi dalam mendorong reformasi BUMD. Selanjutnya, rancangan peraturan daerah (Ranperda) diserahkan kepada Gubernur untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Dengan transformasi ini, Bank NTT diharapkan mampu menjadi pilar utama penggerak ekonomi daerah, sekaligus memperkuat fondasi fiskal Nusa Tenggara Timur menuju pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








