Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

TJPS Merupakan Pergerakan Ekonomi Menuju Skala Industri

gubernur NTT

Hal senada juga disampaikan oleh Rektor Undana, Frederik L. Benu terkait program TJPS, Undana mendukung penuh pelaksanaannya sebagai wujud kontribusi lembaga pendidikan terhadap pembangunan NTT.

”Atas nama para petani menyampaikan apresiasi, kami sangat merespon dan mendukung program TJPS, pada saat yang sama, lokasi ini kami manfaatkan air dari bendungan Raknamo, harapan kami bapak Gubernur mendorong semua pihak terlibat aktif  mengelola lahan 800 ha, kami siap bekerjasama termasuk Kampus Undana, termasuk 30.000 mahasiswa yang kami optimalkan untuk mendukung Program TJPS,” ungkap Rektor Fred

Kepala Dinas Pertanian dan KP, Lecky F. Koli dalam sambutanya juga menyampaikan terkait rantai nilai, peluang ekonomi bagi masyarakat serta skenario optimalisasi lahan potensial dan air.

Baca Juga :  Tinjau Pasar Pada, Gubernur Mendapat Sambutan Hangat Dari Pedagang

“Panen 160 ha di lahan potensial 800 ha, menghasilkan beras 400 ton maka menghasilkan 4 M, didinas pertanian kami segera menggarap untuk TJPS di lahan ini, segera 800 ha kita kelola kita panen jagung dalam waktu 100 hari, maka nilai ekonomi dimana proteksi produksi yang dihasilkan 3000 ton maka petani menghasilkan 90 M kalau kita integrasikan dengan ternak maka dapat lebih meningkatkan pendapatan petani, areal ini kita bisa skenariokan pengelolaan air tanam Padi-Jagung-Kacang dengan memanfaatkan jaringan irigasi Raknamo agar bermanfaat bagi petani,” ungkap Kadis Lucky

Baca Juga :  Gubernur Usulkan Pembentukan Bio Security Dan Bio Industry, Saat Kunjungan Mentan Ke NTT

“Setelah ini kami segera distribusi alsintan, benih, bibit dan pupuk sesuai dengan tahapannya dan SDM Provinsi dari persiapan hingga panen, untuk pupuk perlahan kita beralih dari pupuk kimia menuju ke pupuk organik dengan persentase 80:20 persen dan pastinya berkontribusi juga terhadap pertumbuhan ekonomi bagi daerah ini,” jelasnya. (BH)