Maumere, Mensanews.com– Harapan untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat kini semakin nyata di Kabupaten Sikka. Rumah Sakit Lela, bekerja sama dengan Yayasan Permata Sari dari Semarang, membuka layanan kesehatan gratis yang menyasar warga, terutama dari wilayah dengan akses terbatas terhadap fasilitas medis yang akan dilaksanakan pada tanggal 27-30 November 2025 di RS. Elisabeth Lela, Kabupaten SIKKA.
Program ini hadir bukan hanya sebagai bentuk pelayanan sosial, tetapi juga sebagai bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan tenaga medis dapat menghadirkan perubahan positif.
Pelayanan Kesehatan Gratis Wujud Kepedulian Sosial dan Pemerataan Layanan
Melalui kolaborasi strategis ini, RS Lela menyediakan beragam layanan medis gratis, dari pemeriksaan kesehatan umum hingga layanan diagnostik dasar yang seringkali sulit diakses oleh warga di pelosok.
Direktur RS Lela, dr. Bernadina Sada Nenu, menyampaikan harapannya agar masyarakat benar-benar memanfaatkan momentum ini.
“Kami minta bantuan semua pihak untuk menyebarkan informasi ini. Semoga masyarakat bisa hadir dan merasakan manfaat dari kesempatan berahmat ini,” ujar dokter Bernadina kepada media ini, Kamis 26 Juni 2025.
Dukungan Pemerintah Daerah Sinergi Nyata demi Kesejahteraan Warga
Kegiatan ini mendapatkan dukungan langsung dari Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, yang bahkan mengizinkan penggunaan logo resmi Pemerintah Kabupaten Sikka sebagai bentuk legitimasi dan dukungan penuh atas kegiatan ini.
Keikutsertaan pemerintah daerah menandakan bahwa isu kesehatan bukan hanya urusan sektor teknis, melainkan juga agenda strategis dalam pembangunan manusia yang berkeadilan.
Pemerataan Akses Layanan Kesehatan Sentuh Wilayah Terpencil
Salah satu keunggulan program ini adalah penekanan pada inklusivitas, dengan target utama menjangkau masyarakat dari desa-desa yang jauh dari pusat layanan kesehatan.
“Kami tahu banyak warga yang masih kesulitan menjangkau rumah sakit atau puskesmas karena keterbatasan ekonomi maupun geografis. Program ini dirancang agar mereka tidak merasa sendiri,” kata dr. Din.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










