Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pidato Gubernur NTT pada HUT ke-80 RI: Prioritaskan Kesehatan, Perangi Stunting dan Penyakit Menular

Editor: Redaksi
IMG 20250816 WA0025

Kupang, 16 Agustus 2025 – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menyampaikan pidato kenegaraan yang menekankan prioritas pembangunan sektor kesehatan di NTT. Pidato yang disampaikan di halaman Kantor Gubernur di Kupang ini menjadi refleksi atas tantangan dan capaian selama satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma.

Gubernur Melki secara tegas menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama, terutama dalam percepatan penurunan angka stunting, penanggulangan penyakit menular, dan penguatan layanan kesehatan primer di seluruh pelosok provinsi.

“Kesehatan adalah fondasi pembangunan manusia. Di NTT, perjuangan untuk mengatasi stunting, menekan kematian ibu dan bayi, serta mengendalikan penyakit seperti TBC, DBD, dan rabies menjadi agenda harian kami,” ujar Gubernur Melki dalam pidatonya.

Baca Juga :  Pengobatan Door To Door, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY Layani Kesehatan Masyarakat Kampung Karubate

Perang Terbuka Terhadap Stunting: Posyandu dan Kader Jadi Garda Terdepan

Program prioritas yang paling disorot adalah penguatan peran posyandu dan kader kesehatan. Pemerintah Provinsi NTT mencatat bahwa hingga Mei 2025, sebanyak 2.640 orang telah mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas, terdiri atas 2.200 kader dan 440 tenaga kesehatan.

Gubernur Melki juga menyampaikan keberhasilan kolaborasi dengan berbagai lembaga seperti Yayasan 1000 Hari, yang telah meluluskan tambahan 6.323 kader hingga Juni 2025. Program ini diperkuat dengan 25 kompetensi dasar kader posyandu agar dapat memberikan layanan berkualitas di tingkat komunitas.

Baca Juga :  Hadiri Sosialisasi RAN PASTI, drg. Maria: Kita Akan Bentuk Sejenis Satgas Penanganan Stunting Di Malaka

Kolaborasi Lintas Sektor dan Lembaga Agama

Dalam semangat gotong royong, pemerintah menggandeng 8 lembaga keagamaan dan 22 organisasi profesi kesehatan, ditandai dengan penandatanganan MoU strategis. Mereka dilibatkan dalam kampanye kesehatan terpadu, baik melalui jalur pendidikan, organisasi masyarakat, maupun keagamaan.

Kampanye ini juga merambah media massa, termasuk TVRI, RRI, radio swasta, serta media digital, memperkuat edukasi masyarakat mengenai gizi buruk, stunting, dan penyakit menular.

Kemitraan Nasional: NTT Jadi Pilot Project Nasional

Pidato Gubernur juga menyoroti keberhasilan NTT menjadi bagian dari pilot project nasional penurunan stunting dan kemiskinan melalui kerja sama dengan BKKBN. Pemerintah pusat juga melibatkan NTT dalam program KKN Tematik Gentaskin, yang mengerahkan seluruh perguruan tinggi di NTT untuk turun langsung ke desa-desa dalam edukasi dan intervensi gizi.

Baca Juga :  Gubernur NTT Dukung Penuh Rakor Kepemudaan Nusra–Bali: Pemuda Harus Jadi Pionir Era Digital!

Layanan Inovatif: Dari Telemedicine hingga Obat Antar Rumah

Sebagai jawaban terhadap tantangan akses layanan di daerah terpencil, Pemprov NTT meluncurkan dua inovasi kesehatan:

LOKER (Layanan Obat Antar ke Rumah) bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.