Seksi Pengembangan SDM Kesehatan, Ibu Mety (Merpati Nale-red) yang juga sebagai ketua panitia menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meng-internalisasi nilai-nilai dan kode etik profesi dalam diri setiap ASN untuk membentuk karakter ASN yang memiliki hati yang melayani dalam kepemimpinan, manajemen, komunikasi, pengambilan keputusan dan penyelesaian konflik serta pelayanan publik.
Metode pelaksanaan kegiatan ini dikemas secara aplikatif dan interaktif yang dilakukan dalam dua tahapan indoor dan outdoor. Indoor selama 2 hari ( 3–4 Desember 2020) dan Indoor berupa outbound pada Sabtu (5/12) dari pukul 6 di Pantai Lasiana.
Kepada peserta David Mandala berharap agar mengikuti setiap tahapan kegiatan, penyampaian materi lewat berbagai metode yang dirancang oleh panitia dengan serius, penuh perhatian dan bersungguh-sungguh.
“kiranya para peserta mengikuti pemaparan materi dengan baik sehingga dapat menyerap dan mengaplikasikannya dalam pelayanan untuk mewujudkan tugas dan tanggung jawab baik di Dinkes, UPTD Labkes, UPTD Labnakes, maupun Rumah Sakit Jiwa. Terutama masyarakat dapat mengalami kepuasan dalam pelayanan”, ujar David penuh harap.
David Mandala kembali menegaskan bahwa Revolusi mental dalam pelayanan sangat berpengaruh untuk merubah etos kerja dan memperbaiki integriti dari ASN di Dinas Kesehatan provinsi NTT dan Rumah Sakit serta laboratoriun kesehatan. (OB)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










