Maumere, Mensanews.com- Di bawah gemuruh sorak sorai dan semangat para atlet voli dari berbagai penjuru Nian Tana Sikka, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, SH (JYPK) membuka secara resmi Teka Iku Cup Season 2 di Lapangan Gelora Samador da Cunha, Maumere. Namun, bagi Bupati JYPK, turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga ia adalah panggung kehormatan, momentum refleksi, dan penghormatan terhadap sejarah panjang perjuangan rakyat Sikka, khususnya dua pahlawan lokal: Moan Teka dan Moan Iku.
“Ini bukan hanya turnamen voli. Ini adalah ruang kebangkitan, cermin sejarah, dan bentuk penghormatan atas perjuangan tokoh besar kita, Moan Teka dan Moan Iku,” tegas Bupati JYPK dalam pidato pembukaannya.
Teka Iku: Simbol Perlawanan Melawan Penjajahan
Dalam sambutannya, Bupati yang juga dikenal sebagai aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) ini mengungkapkan bahwa nama besar Teka Iku tak terpisahkan dari sejarah panjang perlawanan rakyat Sikka terhadap kolonialisme.
“Teka Iku adalah simbol keberanian dan harga diri orang Sikka. Ia ditangkap karena keteguhannya melawan kolonial Belanda, diasingkan dari Maumere ke Larantuka, lalu Kupang, hingga dibuang ke Sawahlunto, Sumatera Barat tempat banyak pejuang bangsa ditahan,” jelas JYPK.
Teka Iku dan Moan Iku bukan hanya tokoh lokal; mereka adalah representasi dari perlawanan rakyat kecil yang berani menantang kekuasaan asing demi martabat dan kebebasan bangsanya.
Olahraga Sebagai Media Perjuangan dan Penyatuan
Bupati JYPK juga menegaskan bahwa bola voli bukan sekadar olahraga, tetapi telah menjadi bagian dari identitas kultural masyarakat Sikka. Dari gang sempit kampung-kampung hingga lapangan desa dan pesisir, voli telah mengakar kuat sebagai sarana pemersatu dan pembentukan karakter.
“Teka Iku Cup ini adalah ruang untuk mengasah talenta, menjunjung sportivitas, serta mempererat persaudaraan antar anak-anak Sikka. Di sinilah nilai-nilai perjuangan, kejujuran, dan keteguhan itu ditanamkan,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










