Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Teka Iku Cup Season 2: Momentum Refleksi Perjuangan Moan Teka dan Moan Iku, Pejuang Rakyat Sikka

Editor: Redaksi
IMG 20250714 WA0088

Maumere, Mensanews.com-  Di bawah gemuruh sorak sorai dan semangat para atlet voli dari berbagai penjuru Nian Tana Sikka, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, SH (JYPK) membuka secara resmi Teka Iku Cup Season 2 di Lapangan Gelora Samador da Cunha, Maumere. Namun, bagi Bupati JYPK, turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga ia adalah panggung kehormatan, momentum refleksi, dan penghormatan terhadap sejarah panjang perjuangan rakyat Sikka, khususnya dua pahlawan lokal: Moan Teka dan Moan Iku.

“Ini bukan hanya turnamen voli. Ini adalah ruang kebangkitan, cermin sejarah, dan bentuk penghormatan atas perjuangan tokoh besar kita, Moan Teka dan Moan Iku,” tegas Bupati JYPK dalam pidato pembukaannya.

Teka Iku: Simbol Perlawanan Melawan Penjajahan

Baca Juga :  Resmi Dilantik Jadi Ketua Umum KONI Malaka, Simon Nahak: Merebut Itu Mudah Tetapi Mempertahankan Itu Sulit

Dalam sambutannya, Bupati yang juga dikenal sebagai aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) ini mengungkapkan bahwa nama besar Teka Iku tak terpisahkan dari sejarah panjang perlawanan rakyat Sikka terhadap kolonialisme.IMG 20250714 WA0086

“Teka Iku adalah simbol keberanian dan harga diri orang Sikka. Ia ditangkap karena keteguhannya melawan kolonial Belanda, diasingkan dari Maumere ke Larantuka, lalu Kupang, hingga dibuang ke Sawahlunto, Sumatera Barat tempat banyak pejuang bangsa ditahan,” jelas JYPK.

Teka Iku dan Moan Iku bukan hanya tokoh lokal; mereka adalah representasi dari perlawanan rakyat kecil yang berani menantang kekuasaan asing demi martabat dan kebebasan bangsanya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Membuka Turnamen Liga Pelajar Soeratin CUP U-17 Tahun 2023

Olahraga Sebagai Media Perjuangan dan Penyatuan

Bupati JYPK juga menegaskan bahwa bola voli bukan sekadar olahraga, tetapi telah menjadi bagian dari identitas kultural masyarakat Sikka. Dari gang sempit kampung-kampung hingga lapangan desa dan pesisir, voli telah mengakar kuat sebagai sarana pemersatu dan pembentukan karakter.IMG 20250714 WA0084

“Teka Iku Cup ini adalah ruang untuk mengasah talenta, menjunjung sportivitas, serta mempererat persaudaraan antar anak-anak Sikka. Di sinilah nilai-nilai perjuangan, kejujuran, dan keteguhan itu ditanamkan,” ujarnya.