Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kompor Induksi dan Jemuran Pintar SMKN 4 Kupang Menuju Lisensi, Bukti Inovasi Siswa

Reporter : Oll Editor: Redaksi
IMG 20260214 WA0016

Kupang, Mensanews.com – Inovasi teknologi kembali lahir dari lingkungan pendidikan vokasi. SMKN 4 Kupang kini tengah mendorong dua karya unggulan siswa, yakni kompor induksi dan jemuran pintar berbasis Internet of Things (IoT), menuju proses lisensi dan hak paten.

Kepala sekolah, Semy Ndolu, M.Pd., menegaskan Jumad (13/02)2026) bahwa kedua inovasi tersebut memang lahir di luar program keahlian (Prodi) yang ada. Namun, menurutnya, hal itu justru menjadi bukti bahwa kreativitas siswa tidak dibatasi oleh struktur kurikulum semata.

“Kompor induksi dan jemuran pintar ini memang di luar Prodi, tetapi merupakan inovasi nyata siswa. Saat ini keduanya sedang dalam proses menuju lisensi dan menunggu tahapan hak paten,” jelasnya.

Baca Juga :  NTT Tak Lagi Tertinggal: Peluang dan Tantangan Menuju Pendidikan Berkualitas

Kompor Induksi Hemat Energi

Kompor induksi yang dikembangkan siswa dirancang dengan pendekatan efisiensi energi dan keamanan penggunaan. Berbeda dengan kompor konvensional berbahan bakar gas, sistem induksi bekerja dengan prinsip elektromagnetik untuk menghasilkan panas langsung pada peralatan masak berbahan logam tertentu.

Pengembangan kompor ini dilakukan melalui tahapan riset, perakitan, hingga uji teknis internal sekolah. Selain menjadi media pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), inovasi ini juga diarahkan sebagai produk teknologi terapan yang memiliki nilai ekonomis.

Pihak sekolah menyebut, proses pengujian teknis masih terus dilakukan untuk memastikan standar keamanan dan kelayakan sebelum masuk ke tahap komersialisasi.

Baca Juga :  SMKN 3 Gelar Uji Kompetensi Siswa, Kepsek Yesaya: “Saya Bangga Dengan Pencapaian ini”.

Jemuran Pintar Berbasis IoT