Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kadis P&K NTT Dorong Sekolah  Ikut SMSI Cup I 2026, Potensi Nonakademik Pelajar Jadi Sorotan

Reporter : Ollchania
IMG 20260917 WA0042

Dalam konteks pembinaan olahraga, kompetisi menjadi salah satu tahapan penting untuk melihat kemampuan atlet secara langsung. Dari pertandingan, pelatih dan pembina dapat mengamati berbagai aspek, mulai dari teknik dasar, kemampuan membaca permainan, kerja sama tim, mental bertanding hingga konsistensi performa.

Bagi NTT yang tengah mempersiapkan regenerasi atlet menuju berbagai ajang olahraga nasional, keberadaan kompetisi di tingkat daerah menjadi bagian dari proses pencarian dan pembinaan talenta.

Karena itu, keterlibatan sekolah dalam turnamen ini bukan hanya menyangkut keikutsertaan sebuah tim dalam pertandingan. Lebih jauh, sekolah dapat menjadi salah satu pintu awal untuk menemukan siswa yang memiliki potensi besar di bidang olahraga.

Baca Juga :  Bupati Simon menjawab Kerinduan Warga Di Bidang Pendidikan, Segera Bangun TK Negeri Simon Petrus

Prestasi Akademik dan Nonakademik Harus Berjalan Beriringan

Pesan yang disampaikan Ambros juga mempertegas bahwa pendidikan tidak semata-mata diukur dari nilai rapor maupun capaian akademik.

Siswa memiliki keragaman potensi. Ada yang menonjol dalam bidang sains, bahasa, seni, teknologi, kepemimpinan, maupun olahraga. Karena itu, ruang pengembangan bakat perlu diberikan secara proporsional agar setiap siswa memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Dalam olahraga, proses tersebut sekaligus dapat membangun karakter.
Seorang atlet muda dituntut untuk disiplin mengikuti latihan, menghormati lawan dan perangkat pertandingan, menerima kemenangan maupun kekalahan, serta bekerja dalam sebuah tim. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang dapat dibawa siswa ke lingkungan sekolah maupun kehidupan sosial.

Baca Juga :  Future Leader Fest 2024: SMAK Sta. Maria Fatima Betun Raih Juara I English Speech

Mencari Bibit Voli Berbakat dari NTT
Ambros berharap SMSI Cup I 2026 dapat menjadi momentum untuk menemukan bibit-bibit atlet bola voli berbakat dari kalangan pelajar.

Ia tidak ingin talenta-talenta muda NTT berhenti hanya pada prestasi di tingkat sekolah atau daerah. Potensi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pembinaan berkelanjutan sehingga mampu berbicara di level yang lebih tinggi.

Harapan akhirnya adalah lahirnya atlet-atlet muda yang tidak hanya memiliki kemampuan olahraga, tetapi juga karakter dan prestasi yang dapat membawa nama NTT ke tingkat nasional.

Baca Juga :  Jejak Sejarah Nama Indonesia: Perjalanan Nama Bangsa yang Kaya Akan Makna

“Harapannya tentu lahir bibit-bibit atlet voli berbakat dari kalangan pelajar yang tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga mampu mengharumkan nama NTT di tingkat nasional,” harap Ambros.

Dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT terhadap SMSI Cup I 2026 dengan demikian memberi pesan bahwa pengembangan prestasi siswa harus dilakukan secara menyeluruh.

Akademik tetap menjadi fondasi. Namun, lapangan olahraga juga dapat menjadi ruang pendidikan tempat disiplin, sportivitas, kerja sama dan keberanian tumbuh bersama, sekaligus menjadi pintu bagi lahirnya atlet masa depan NTT.