Dalam konteks pembinaan olahraga, kompetisi menjadi salah satu tahapan penting untuk melihat kemampuan atlet secara langsung. Dari pertandingan, pelatih dan pembina dapat mengamati berbagai aspek, mulai dari teknik dasar, kemampuan membaca permainan, kerja sama tim, mental bertanding hingga konsistensi performa.
Bagi NTT yang tengah mempersiapkan regenerasi atlet menuju berbagai ajang olahraga nasional, keberadaan kompetisi di tingkat daerah menjadi bagian dari proses pencarian dan pembinaan talenta.
Karena itu, keterlibatan sekolah dalam turnamen ini bukan hanya menyangkut keikutsertaan sebuah tim dalam pertandingan. Lebih jauh, sekolah dapat menjadi salah satu pintu awal untuk menemukan siswa yang memiliki potensi besar di bidang olahraga.
Prestasi Akademik dan Nonakademik Harus Berjalan Beriringan
Pesan yang disampaikan Ambros juga mempertegas bahwa pendidikan tidak semata-mata diukur dari nilai rapor maupun capaian akademik.
Siswa memiliki keragaman potensi. Ada yang menonjol dalam bidang sains, bahasa, seni, teknologi, kepemimpinan, maupun olahraga. Karena itu, ruang pengembangan bakat perlu diberikan secara proporsional agar setiap siswa memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Dalam olahraga, proses tersebut sekaligus dapat membangun karakter.
Seorang atlet muda dituntut untuk disiplin mengikuti latihan, menghormati lawan dan perangkat pertandingan, menerima kemenangan maupun kekalahan, serta bekerja dalam sebuah tim. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang dapat dibawa siswa ke lingkungan sekolah maupun kehidupan sosial.
Mencari Bibit Voli Berbakat dari NTT
Ambros berharap SMSI Cup I 2026 dapat menjadi momentum untuk menemukan bibit-bibit atlet bola voli berbakat dari kalangan pelajar.
Ia tidak ingin talenta-talenta muda NTT berhenti hanya pada prestasi di tingkat sekolah atau daerah. Potensi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pembinaan berkelanjutan sehingga mampu berbicara di level yang lebih tinggi.
Harapan akhirnya adalah lahirnya atlet-atlet muda yang tidak hanya memiliki kemampuan olahraga, tetapi juga karakter dan prestasi yang dapat membawa nama NTT ke tingkat nasional.
“Harapannya tentu lahir bibit-bibit atlet voli berbakat dari kalangan pelajar yang tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga mampu mengharumkan nama NTT di tingkat nasional,” harap Ambros.
Dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT terhadap SMSI Cup I 2026 dengan demikian memberi pesan bahwa pengembangan prestasi siswa harus dilakukan secara menyeluruh.
Akademik tetap menjadi fondasi. Namun, lapangan olahraga juga dapat menjadi ruang pendidikan tempat disiplin, sportivitas, kerja sama dan keberanian tumbuh bersama, sekaligus menjadi pintu bagi lahirnya atlet masa depan NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










