
Situasi pendidikan yang selama ini KBM berlaku secara klasikal atau tatap muka dalam kelas harus berubah menjadi pembelajaran dalam jaringan (Daring) dimana para siswa harus belajar dari rumah, tentunya hal ini amat tidak mudah dan sangat membutuhkan proses penyesuaian. Selain itu ada tantangan lain bagaimana minimnya sarana pendukung seperti contoh Hp android bagi siswa. “ Masa pandemi ini sangat merubah tatanan hidup termasuk pendidikan pun ikut menerima imbas secara langsung. Kami belajar secara Daring namun hal ini amat sangat tidak efektif karena banyak siswa yang tidak memiliki Hp Android” tutur Oning Fredi. Untuk itu menjawab tuntutan kebutuhan pendidikan di sekolah ini dari pihak sekolah juga menyiapkan lembaran kerja siswa (LKS) dan didistribusikan kepada seluruh siswa. Kata Oning Fredi terdapat 12 titik kelompok belajar yang dapat menyebar di Seluruh Baumata dan perbatasan Penfui Timur. Dua belas titik kelompok belajar ini dikunjungi oleh dewan guru.
Namun satu hal yang sangat menarik yakni terdapat beberapa siswa aktif yang kini mengisi masa covid-19 dengan kegiatan Ojek . dan oleh Oning Fredi hal ini tidak menyalahi aturan asalkan siswa yang bersangkutan tetap mengerjakan tugas belajar. “ Dimasa pandemi ini memang guru dituntut mengikuti perkembangan siswa namun orang tua siswa juga diminta untuk mengawasi dan mendampingi anak di rumah. Siswa kita ada yang ojek namun hal ini dipahami karena tuntutan ekonomi orang tua, kita meminta siswa tersebut harus tetap kerjakan tugas belajar dan memperhatikan absensi kehadiran ” tandas Oning Fredi. (Team Frondes)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










