Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Simon Nahak : Kemenangan Di Pilkada Adalah Milik Segenap Unsur Masyarakat Malaka

IMG 20210224 WA0049

Berangkat dari Audit itu akan ada dua macam temuan yakni temuan secara administrasi, artinya masih bisa diperbaiki. Tetapi Administrative Penal Law tindak pidana administrasi itu akan dikembangkan menjadi tindak pidana korupsi.

Saya juga harus taat asas hukum, artinya Saya tidak mau membangun Malaka dengan emosional saya, dengan euforia pendukung, keluarga, dengan tim, dengan siapapun. Karena saya ingin merangkul, saya ingin semua bersatu bekerja untuk membangun Malaka, karena itu saya harus audit dulu.

Walaupun dia lawan saya, tapi kalau dia kerja jujur, kerja lurus kita pasti rangkul dia untuk ajak membangun Malaka. Begitu juga sebaliknya, kalaupun dia pendukung saya tapi kemudian dia kerja bengkok, maka itu tidak bisa saya biarkan, harus saya luruskan.

Baca Juga :  Bupati Ngada Cabut SK Pengangkatan Sekda, Tegakkan Regulasi dan Jamin Kepastian Hukum Pemerintahan

Mengapa itu saya lakukan, karena saya ingin merangkul mereka yang bekerja menurut aturan, yang bekerja jujur, bekerja tulus, bekerja iklas, bekerja cerdas, cermat dan tuntas untuk mengubah wajah malaka lebih terutama masyarakat semakin sejahtera.

Jadi menurutnya, konsep membangun Malaka itu acuannya negara Indonesia adalah Negara Hukum maka acuannya jelas. Maka untuk menerbitkan Peraturan Bupati perlu kajian terhadap undang undang, peraturan daerah oleh ahli yang terkait sehingga perbup itu bisa bernilai guna bagi masyarakat.

Mengubah Wajah Malaka

Baca Juga :  Capaian Vaksin di Malaka Meningkat, Bupati Simon Berikan Apresiasi Untuk Semua Pihak

Selain, membangun Malaka mengacu pada konsep negara hukum, 100 hari kerja juga saya harus menata wajah Kota, Ibu Kota Kabupaten Malaka. Tentunya wajah Malaka akan tampak ketika ibu kota Malaka saya ubah sehinggah memiliki wajah sendiri.

Konkritnya saya harus buat alun-alun kota, saya harus buat saluran, sehinggah air tidak boleh tergenang ketika hujan, dan harus memasang traffic light (lampu lalu lintas), sehinggah ada wajah ibu kota kabupaten Malaka.

Bagi Simon Nahak, keberhasilan suatu pembangunan tidak bisa terlepas-pisahkan dari peran media. Sebagaimana sudah saya katakan bahwa kemenangan ini juga adalah kemenangan Media.

Baca Juga :  Politisi PKB: Jangankan 1 Bulan, 3 Bulan Gaji Saja Saya Siap untuk Rohingya

Perlu melakukan perlindungan hukum terhadap media. Bukan berarti selama ini tidak ada tapi sudah ada, tetapi secara kedaerahan secara khusus perlu memberikan perlindungan hukum kepada media dan media juga perluh diajak kerja sama karena media adalah satu pilar demokrasi sebagai alat kontrol

“Saya tidak alergi terhadap media. Saya butuh media untuk saling koreksi. Saya berencana untuk membangun super tim media guna bersama pemerintah kerja sama membangun Malaka sesuai dengan tugas dan fungsi media. Saya akan lakukan coffe morning bersama media sekaligus evaluasi media terhadap kinerga pemerintah”, harap Simon Nahak.(OB)