Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

70% PR Literasi Belum Tuntas, BPMP NTT Gandeng Pemda dan Media untuk Akselerasi Perbaikan

Reporter : Indrawati Editor: Redaksi MN
IMG 20241015 WA0051

Kupang, MN – Tantangan literasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah. Berdasarkan data terkini dari Badan Pengelola Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT, sekitar 70% indikator literasi belum mencapai standar yang diharapkan.

Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, BPMP NTT terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan media, guna mempercepat peningkatan kualitas literasi di seluruh provinsi.

Kepala BPMP NTT, Herdiana, ST., MBA., mengungkapkan bahwa rendahnya tingkat literasi di NTT telah menjadi perhatian serius. “Saat ini, 45% siswa masih berada di kategori merah dalam literasi, dan jika kita melihat keseluruhan, 70% belum mencapai standar minimal. Ini menunjukkan bahwa tantangan yang kita hadapi sangat besar, dan kita harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki situasi ini,” ujar Herdiana.

Baca Juga :  Gelar Kegiatan PLSB Bagi Siswa Baru, Rufus Bie: Kami Mau Mereka Jadikan Sekolah Ini Rumah Kedua

Untuk mengatasi masalah ini, BPMP NTT mengedepankan strategi kolaboratif. Herdiana menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam meningkatkan literasi adalah dengan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk Pemda, lembaga pendidikan, guru, orang tua, dan yang tak kalah penting, media.

“BPMP memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) untuk memastikan mutu pendidikan. Namun, kami tidak dapat bekerja sendiri. Kerja sama dengan Pemda sangat penting, tetapi juga perlu ada sinergi dengan media. Media dapat memainkan peran besar dalam memberikan informasi dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya literasi,” jelas Herdiana.

Baca Juga :  30 Sekolah Siap Ramaikan Festival SMA/SMK Swasta se NTT

BPMP telah bermitra dengan berbagai organisasi dan program yang fokus pada literasi, salah satunya bermitra dengan INOVASI adalah program inovatif Reading Camp, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

Program ini telah diperkenalkan di beberapa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di NTT, namun implementasinya belum sepenuhnya optimal.

“Kami telah mengimplementasikan beberapa program yang inovatif, tetapi pelaksanaannya masih kurang di lapangan. Di sinilah peran media menjadi sangat penting, untuk memantau dan membantu memastikan bahwa program-program ini berjalan dengan baik,” tambahnya.

Baca Juga :  SMAN 5 Kota Kupang Adaptatif Di Masa Pandemi

Peran Media dalam Peningkatan Literasi