Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

70% PR Literasi Belum Tuntas, BPMP NTT Gandeng Pemda dan Media untuk Akselerasi Perbaikan

Reporter : Indrawati Editor: Redaksi MN
IMG 20241015 WA0051

Dalam upaya akselerasi perbaikan, Herdiana menegaskan bahwa media bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam memastikan bahwa program literasi mendapatkan perhatian yang layak dari publik dan semua pemangku kepentingan.

Media dapat membantu menyoroti keberhasilan atau hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan program literasi, sehingga perbaikan dapat segera dilakukan.

“Media bisa membantu mengontrol dan memberikan masukan kepada Pemda serta BPMP jika ada program yang tidak berjalan dengan baik. Jika ditemukan kendala, media dapat membantu mengidentifikasi masalah tersebut dan menyebarluaskan solusi yang telah disepakati,” kata Herdiana.

Baca Juga :  Soal Kualitas Pendidikan, Bupati Simon: Tidak Perlu Banyak Bicara Di Tengah Pandemi Covid-19

Salah satu contoh kerja sama dengan media adalah melalui mitra lokal seperti Cakrawala, Sekolah Timur dan Tunas Aksara dan Gramedia, yang mendukung program literasi di tingkat sekolah. BPMP NTT terus berupaya mengoptimalkan berbagai metode dan pendekatan untuk memastikan bahwa program-program yang sudah ada dapat dijalankan dengan maksimal.

Selain bermitra dengan media, BPMP NTT juga fokus pada peningkatan kapasitas guru dan orang tua, sebagai dua elemen penting dalam ekosistem pendidikan. Herdiana menegaskan bahwa untuk memperbaiki literasi, pendekatan yang holistik diperlukan.

Baca Juga :  Safirah Abineno Diberhentikan dari Jabatan Kepala Sekolah, Kadis Ambros Kodo Tetap Tandatangani SK Berkala

“Guru adalah ujung tombak, tetapi orang tua juga memiliki peran penting dalam memastikan anak-anaknya mendapatkan dukungan yang cukup di rumah. Kita semua harus terlibat secara aktif dalam menyelesaikan PR ini,” tegasnya.

Dengan tantangan literasi yang cukup kompleks, BPMP NTT berharap bahwa sinergi antara pemerintah, media, sekolah, dan masyarakat akan menjadi kekuatan utama dalam akselerasi perbaikan. Upaya bersama ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang lebih cerdas, dengan kemampuan literasi yang lebih baik, sehingga anak-anak di NTT dapat bersaing secara nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Kadis Dikbud Malaka Lakukan Terobosan Baru Pengelolaan BOSP

Herdiana menutup dengan optimisme bahwa walaupun perjalanan ini tidak mudah, kolaborasi yang kuat akan membawa perubahan yang signifikan. “Kita tidak boleh berhenti. Ada banyak PR besar, tetapi bersama-sama, kita bisa mencapainya,” pungkasnya.