Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Cegah Kebakaran Saat Puncak Kemarau, PLN Ajak Warga Kupang Waspadai Instalasi Listrik Rumah

IMG 20260921 WA0037

KUPANG, Mensannews.com- Puncak musim kemarau bukan hanya membuat lahan dan pepohonan mengering. Di tengah suhu panas, angin kencang, serta meningkatnya risiko kebakaran, instalasi listrik rumah yang diabaikan juga dapat berubah menjadi sumber petaka.

Kondisi itu menjadi perhatian PT PLN (Persero) yang mengingatkan masyarakat Kota Kupang agar tidak menganggap remeh keamanan instalasi listrik di rumah. Korsleting, penggunaan kabel yang tidak sesuai standar hingga beban listrik berlebihan berpotensi memicu gangguan kelistrikan bahkan kebakaran.

Pesan tersebut disampaikan dalam dialog “Kupang Menyapa” di RRI Kupang bertajuk “Belajar dari Kebakaran Kuanino: Kesiapsiagaan Kupang Menghadapi Musim Panas dan Risiko Kebakaran”, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga :  Cegah Kerugian: Bupati Simon Sampaikan Pesan Penting kepada Masyarakat

Manager PLN ULP Kupang, I Made Dedik P. Satriadi, menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami batas kewenangan PLN dan tanggung jawab pemilik bangunan terhadap instalasi listrik di dalam rumah.

Menurutnya, kewenangan PLN berada pada jaringan distribusi hingga meteran listrik atau kWh meter pelanggan. Sementara instalasi listrik setelah meteran menjadi tanggung jawab pemilik rumah.

“Listrik memberi banyak kemudahan, tetapi juga menyimpan risiko tinggi jika tidak digunakan secara bijak. Mulai dari korsleting yang memicu kebakaran hingga bahaya keselamatan jiwa. Kami mengajak masyarakat memastikan penggunaan listrik tetap aman dan sesuai kebutuhan,” ujar Dedik.

IMG 20260921 WA0038
Foto bersama para narasumber dan host di studio RRI Kupang dalam program Dialog Kupang Menyapa RRI bertajuk “Belajar dari Kebakaran Kuanino: Kesiapsiagaan Kupang Menghadapi Musim Panas dan Risiko Kebakaran”

Stopkontak Bertumpuk Bisa Jadi Ancaman

Baca Juga :  Bupati Simon: pengerjaan Tanggul Yang Benar, Mulai Dari Hulu Ke Hilir

Salah satu persoalan yang kerap luput dari perhatian masyarakat adalah penggunaan terminal listrik secara berlebihan.

Satu stopkontak yang dipakai untuk banyak perangkat elektronik sekaligus dapat membuat beban listrik meningkat. Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, kabel maupun komponen instalasi dapat mengalami panas berlebih.

Karena itu, PLN mengingatkan warga agar tidak sembarangan menumpuk terminal listrik, terutama untuk perangkat yang membutuhkan daya besar.

Selain terminal bertumpuk, penggunaan kabel listrik yang tidak sesuai spesifikasi dan kapasitas daya juga menjadi perhatian.

Baca Juga :  Merajut Asa di Pengungsian, GM PLN NTT Terjun Langsung Salurkan Bantuan dan Penerangan Darurat untuk Korban Gempa Flores

Kabel yang tidak memenuhi standar atau tidak sesuai dengan kebutuhan instalasi dapat meningkatkan risiko panas berlebih dan gangguan kelistrikan.

Persoalan lainnya adalah overload atau beban listrik berlebihan, yakni ketika sejumlah peralatan berdaya besar dioperasikan secara bersamaan melebihi kemampuan instalasi.

Kebiasaan melakukan modifikasi instalasi listrik secara mandiri tanpa pendampingan tenaga profesional juga dinilai berisiko terhadap keselamatan penghuni rumah.

“Jangan melakukan perubahan atau perakitan instalasi listrik secara sembarangan. Jika ditemukan masalah, sebaiknya diperiksa oleh tenaga listrik yang kompeten,” kata Dedik.

MCB Sering Turun Jangan Dianggap Sepele

PLN juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan tanda-tanda awal gangguan listrik. Percikan api dari stopkontak, saklar yang bermasalah, bau hangus, kabel panas, hingga MCB yang berulang kali turun merupakan indikasi yang perlu segera diperiksa.