Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Warga Malaka Serbu Timbangan Gabah, Produksi Beras Nona Malaka Melejit

IMG 20240604 WA0019

Kadis Pertanian yang akrab disapa Kadis Yeni menambahkan bahwa data rinci mengenai penjualan gabah dan produksi beras Nona Malaka musim panen kali ini akan segera disampaikan.

Pius Klau Muti, seorang tokoh intelektual Malaka, menilai bahwa Beras Nona Malaka merupakan hasil dari Program SAKTI, ide cerdas dan strategis dari Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai swasembada pangan, tetapi juga mengubah budaya pertanian tradisional menjadi lebih komersial melalui pendekatan agribisnis dan agroindustri.

Baca Juga :  Bupati Malaka : Ungkap Hal Mengejutkan Dibalik Pemberhentian Teko-Teda

“Beras Nona Malaka adalah contoh bagaimana program pemerintah bisa langsung berdampak pada kesejahteraan petani. Dengan harga gabah yang lebih tinggi, petani mendapatkan keuntungan lebih besar dan mampu menekan praktik ijon yang selama ini merugikan mereka,” jelas Pius, yang juga merupakan bagian dari Tim Percepatan Pembangunan Malaka.

Dengan adanya peningkatan produksi dan harga jual yang menguntungkan, program Beras Nona Malaka tidak hanya membawa kesejahteraan bagi petani, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Inovasi dan dedikasi yang ditunjukkan oleh pemerintah Kabupaten Malaka menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan potensi pertanian mereka.

Baca Juga :  Bupati Simon Ingin Penggunaan Anggaran Dikawal Oleh Kanwil Ditjen Pembendaharaan Provinsi NTT.

Penimbangan gabah yang dilakukan oleh warga Malaka ini menjadi bukti nyata bahwa program swasembada pangan berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dengan berlanjutnya program ini, diharapkan Kabupaten Malaka bisa semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya dan meningkatkan kesejahteraan para petani.