Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Temui Bupati Malaka, Dr. Sumarlan: Kemendes PDTT Akan Mengembangkan Sumberdaya Pesisir Di Kabupaten Malaka

IMG20210624152339 scaled
Bupati Malaka, Dr.Simon Nahak, S.H., M.H., pose Bersama, Direktur Penyerasian Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Dr. Sumarlan, S.Pd., M.Si.,Usai diskusi di Hotel Aston Kupang.

Kupang, Mensanews.com-Menindaklanjuti pertemuan Bupati Malaka Dr. Simon Nahak, S.H., M.H., dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) beberapa waktu lalu di Jakarta, Direktur Penyerasian Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Dr. Sumarlan, S.Pd., M.Si., mengatakan Kemendes PDTT Akan Mengembangkan Sumberdaya Pesisir Di Kabupaten Malaka.

Pengembangan sumber daya yang dimaksud yakni dengan melakukan rehap penanaman atau istilah yang paling lugas dipahami yakni rehap penanaman pada kawasan-kawasan desa. Dimana kementerian desa memiliki tanggungjawab terhadap desa-desa di daerah tertinggal.

“Daerah yang kami sentuh pertama adalah daerah yang sangat rawan terhadap bencana yang sangat tidak terduga datangnya seperti Seroja kemarin. Dan Malaka daerah pertama yang mendapat sentuhan perhatian dari Kemendes PDTT”, ungkap Dr. Sumarlan saat menemui Bupati Simon di Hotel Aston, Kamis (24/9/2021)

Baca Juga :  Soal Kualitas Pendidikan, Bupati Simon: Tidak Perlu Banyak Bicara Di Tengah Pandemi Covid-19

Dr. Sumarlan menjelaskan bahwa Kemendes konsen pada lingkungan khususnya desa-desa di kawasan pesisir harus pertama disentuh, diberi perlakuan menanam melalui penanaman mangrove.

Selanjutnya, Sumarlan menjelaskan bahwa mangrove itu bukan hanya sekedar tanaman saja tetapi bisa menghasilkan makanan dari prodak pelunakan, misalnya sirup, kue-kue atau dodol dan kemudian yang terbaru adalah untuk beras analog. Beras analog adalah beras yang berasal dari buah mangrove yang dijadikan beras khusus untuk dikonsumsi kawan-kawan yang menderita diabetes. Karena beras analog tidak mengandung gula sedikit pun dan normal semua bisa digunakan ini.

Baca Juga :  Tim Kemenkumham RI Tiba Di Malaka, Tenun Ikat Fehan Segera Mendapat Sertifikat

Selain ada produk turunannya, mangrove itu juga akan menghasilkan biota makanan, biota yang dibutuhkan oleh kepiting rajungan dan udang. Anda bisa bayangkan ya kepiting terbaik itu dari Fak-Fak.

“Ini di NTT lepas pantai laut Australia itu kelihatanya masih sangat bagus karena tidak banyak produk yang terkait dengan buangan-buangan limbah minyak itu akan menghasilkan kepiting yang tidak akan kalah dengan Fak-Fak dari Papua, saya yakin itu karena akan terjadi melimpah kalau tumbuh mangrove-mangrove yang ada di pesisir itu”, ujarnya.

Baca Juga :  Dari Ketinggian Taman Ziarah Rohani Oebelo, Bupati Malaka Support Mahasiswa Malaka

Menurutnya, mangrove itu dapat tumbuh kalau mungkin masyarakat rasa memiliki, maka mangrove akan memberikan hasil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tetapi selama belum ada rasa memiliki tentunya tidak akan memenuhi kebutuhan, mereka pasti akan melakukan pengrusakan oleh karena itu saya yakinkanlah Kepada Pak Bupati dan kepada masyarakat bahwa mangrove itu melebihi produk lain yang ada di daerah itu karena apa, satu menghasilkan hasil pokok yang dibutuhkan dan hasil berikutnya untuk masa depan anak cucu mereka.