Gubernur Melki mengapresiasi kontribusi dan perhatian IKBB Saroha terhadap berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pembangunan di wilayahnya.
“Saya sangat mendukung IKBB Saroha melalui berbagai program kerjanya yang akan dilaksanakan. Saya ingin semua program kerja IKBB Saroha disinergikan bersama Perangkat Daerah terkait, sesuai kemampuan dan potensi masing-masing, agar tujuan kita membangun NTT bisa terealisasi dengan baik,” tegas Gubernur Melki.
Sinergi Lintas Etnis untuk Kemajuan Daerah
Sebagai organisasi kekerabatan yang mewadahi masyarakat Batak di NTT, IKBB Saroha memiliki peran strategis dalam memperkuat jalinan sosial dan memperluas cakupan dukungan terhadap pembangunan daerah. Ketua IKBB Saroha NTT, drg. M. Sidabutar, dalam pertemuan itu menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bermitra dengan Pemerintah Provinsi.
“Kami akan menyelaraskan seluruh program kerja kami dengan Pemerintah Provinsi. Kami ingin berkontribusi nyata dalam bidang kesehatan, pertanian, peternakan, dan sektor lainnya,” ujar Sidabutar, yang didampingi oleh jajaran pengurus seperti M. Sinaga, B. Manurung, L. Sianturi, H. Gultom, M. Sibarani, E. Simanjuntak, dan L. Sipayung.
Silaturahmi ini juga menjadi momentum penting menjelang pelantikan Badan Pengurus IKBB Saroha periode 2025–2030, yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juli 2025 di Hotel Aston Kupang. Sidabutar mengundang secara resmi Gubernur Melki untuk hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.
Menjalin Kebhinekaan, Membangun Masa Depan
Kehadiran Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Mahadin Sibarani, dalam pertemuan ini turut menegaskan semangat keterlibatan lintas sektor dan latar belakang dalam membangun NTT secara inklusif. Keragaman budaya dan etnis yang ada di provinsi ini bukanlah penghalang, melainkan kekuatan bersama.
Kunjungan silaturahmi ini menjadi potret nyata bagaimana dialog sosial, keterbukaan, dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan. IKBB Saroha NTT, melalui program-programnya, tak hanya memperkuat identitas kultural masyarakat Batak, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam membawa NTT ke arah yang lebih maju.
“Pemerintah terbuka bagi siapa saja yang ingin bersama-sama membangun NTT. Ini bukan tugas pemerintah saja, tapi tugas kita semua,” tutup Gubernur Melki.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











