Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Destar Kehormatan, Air Kehidupan: AFC Ukir Sejarah di Kupang

Reporter : Ollchan Editor: Redaksi
IMG 20250723 WA0046

Kupang, Mensanews.com–  Di tengah deru angin pagi dan hiruk-pikuk Bandara El Tari Kupang, sebuah peristiwa sarat makna berlangsung pada Rabu (23/7/2025). Tepat pukul 06.00 WITA, pesawat yang membawa Ernest Prayuda, pendiri Asayama Family Club (AFC) Indonesia, mendarat dengan tenang. Bukan hanya kedatangan biasa, tapi langkah nyata dari sebuah misi kemanusiaan besar yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ernest Prayuda tidak datang sendiri. Ia didampingi oleh koleganya Sudarmawan Tjandra, serta tim kemanusiaan AFC. Menjejakkan kaki di bumi Flobamorata, mereka disambut secara adat oleh Eagle Team, satuan pendamping lokal yang telah menjalin kerja sama intensif dengan AFC di lapangan.

Momen istimewa itu diwarnai dengan pengalungan selendang dan pemakaian destar, mahkota kain khas NTT, yang dalam tradisi setempat merupakan lambang kehormatan tertinggi dan penerimaan penuh dari masyarakat kepada seorang tamu agung. Sebuah tanda bahwa Ernest Prayuda bukan lagi orang luar tetapi saudara.IMG 20250723 WA0047

Baca Juga :  Fakta Baru Di Desa Umatoos Selain Pemilih Ganda Ada Juga Dugaan Pemalsuan Dokumen

Dari Aston Menuju Toblolong: Perjalanan Misi Kemanusiaan

Setelah rehat singkat di Hotel Aston Kupang, rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Toblolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang lokasi simbolis dari perjuangan panjang masyarakat melawan krisis air. Di desa inilah, AFC mengukir sejarah dengan penandatanganan prasasti dan peresmian simbolis proyek 10 titik air bersih yang dibangun di berbagai pelosok NTT.

“Ini bukan sekadar bantuan. Ini adalah janji hidup yang kami wujudkan bersama masyarakat NTT,” ujar Ernest Prayuda dalam sambutannya di hadapan warga, tokoh adat, dan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Penghormatan Budaya NTT: Ernest Prayuda dan Sudarmawan TJandra Disambut dengan Kain Tenun Belu di Bandara Eltari Kupang

Melalui proyek ini, AFC Indonesia mengucurkan dana sebesar Rp2,5 miliar untuk pembangunan fasilitas air bersih di sepuluh lokasi yang tersebar di beberapa kabupaten di NTT, seperti Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Sumba.

Proyek ini menyasar wilayah yang selama ini berada dalam cengkraman kekeringan kronis, tempat di mana air bersih lebih mahal dari bensin, dan perempuan serta anak-anak harus berjalan berjam-jam hanya untuk mendapatkan seember air dari sumber yang belum tentu layak konsumsi.