Kupang, Mensanews.com– Di tengah deru angin pagi dan hiruk-pikuk Bandara El Tari Kupang, sebuah peristiwa sarat makna berlangsung pada Rabu (23/7/2025). Tepat pukul 06.00 WITA, pesawat yang membawa Ernest Prayuda, pendiri Asayama Family Club (AFC) Indonesia, mendarat dengan tenang. Bukan hanya kedatangan biasa, tapi langkah nyata dari sebuah misi kemanusiaan besar yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ernest Prayuda tidak datang sendiri. Ia didampingi oleh koleganya Sudarmawan Tjandra, serta tim kemanusiaan AFC. Menjejakkan kaki di bumi Flobamorata, mereka disambut secara adat oleh Eagle Team, satuan pendamping lokal yang telah menjalin kerja sama intensif dengan AFC di lapangan.
Momen istimewa itu diwarnai dengan pengalungan selendang dan pemakaian destar, mahkota kain khas NTT, yang dalam tradisi setempat merupakan lambang kehormatan tertinggi dan penerimaan penuh dari masyarakat kepada seorang tamu agung. Sebuah tanda bahwa Ernest Prayuda bukan lagi orang luar tetapi saudara.
Dari Aston Menuju Toblolong: Perjalanan Misi Kemanusiaan
Setelah rehat singkat di Hotel Aston Kupang, rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Toblolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang lokasi simbolis dari perjuangan panjang masyarakat melawan krisis air. Di desa inilah, AFC mengukir sejarah dengan penandatanganan prasasti dan peresmian simbolis proyek 10 titik air bersih yang dibangun di berbagai pelosok NTT.
“Ini bukan sekadar bantuan. Ini adalah janji hidup yang kami wujudkan bersama masyarakat NTT,” ujar Ernest Prayuda dalam sambutannya di hadapan warga, tokoh adat, dan pemerintah daerah.
Melalui proyek ini, AFC Indonesia mengucurkan dana sebesar Rp2,5 miliar untuk pembangunan fasilitas air bersih di sepuluh lokasi yang tersebar di beberapa kabupaten di NTT, seperti Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Sumba.
Proyek ini menyasar wilayah yang selama ini berada dalam cengkraman kekeringan kronis, tempat di mana air bersih lebih mahal dari bensin, dan perempuan serta anak-anak harus berjalan berjam-jam hanya untuk mendapatkan seember air dari sumber yang belum tentu layak konsumsi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










