Kini, berkat kerja kolaboratif antara AFC, tim teknis lokal, dan tokoh masyarakat, air bersih mulai mengalir di tengah padang kering dan bebatuan. Fasilitas ini tak hanya mempermudah akses air, tapi juga meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menekan angka penyakit berbasis air, dan memberi ruang bagi anak-anak untuk lebih fokus ke pendidikan.
Bukan Sekadar Proyek, Tapi Warisan Hidup
Apa yang dilakukan AFC bukan sekadar proyek jangka pendek. Menurut Ernest, pihaknya menerapkan sistem partisipatif dan pemberdayaan lokal, agar masyarakat bisa turut menjaga dan mengelola fasilitas air secara mandiri ke depan. Inilah yang membuat inisiatif ini berkelanjutan dan berakar dalam budaya lokal.
Simbol seperti destar yang dikenakan di Kepala Pak Ernest bukan hanya aksesori, melainkan pernyataan budaya: bahwa siapa pun yang datang dengan niat baik dan ketulusan hati, akan disambut dan dijaga seperti keluarga.
Ketika Air dan Adat Menyatukan Harapan
“Destar kehormatan” yang dikalungkan kepada Ernest bukan hanya tradisi, tapi pengakuan tulus atas niat baik yang membuahkan hasil nyata. Dan “air kehidupan” yang kini mengalir dari proyek AFC adalah simbol bahwa kerja kemanusiaan, jika dilandasi kasih dan komitmen, bisa mengubah nasib dan menyatukan manusia lintas batas.
Hari itu, sejarah dicatat bukan dengan tinta, melainkan dengan air yang mengalirkan harapan di NTT, tanah yang dulu kering, kini mulai berbicara tentang kehidupan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










