Maumere, 16 Agustus 2025 – Dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Bupati SikkaJuventus Prima Yoris Kago, menyampaikan Pidato kenegaraan yang sarat akan semangat optimisme. Fokus utama pidato tersebut adalah pencapaian strategis Pemerintah Kabupaten Sikka di berbagai urusan pemerintahan, mulai dari pendidikan hingga lingkungan hidup.
Pidato yang berlangsung selama hampir satu jam itu menjadi refleksi perjalanan pembangunan daerah dan komitmen pemerintah dalam memenuhi standar pelayanan minimal di berbagai sektor.
1. Pendidikan: Menuju SDM Unggul dan Berbudaya Lokal
Dalam pidatonya, Bupati menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dimulai dari penyediaan akses pendidikan yang merata dan bermutu. Komitmen ini diwujudkan melalui pembangunan sarana dan prasarana, pemberian insentif pendidikan, serta peningkatan manajemen kependidikan.
Beberapa indikator positif menunjukkan arah kemajuan:
Angka Melek Huruf (AMH) meningkat dari 97,85% (2023) menjadi 98,88% (2024).
Rata-rata Lama Sekolah juga naik dari 9,18 tahun menjadi 9,22 tahun.
Menariknya, Pemerintah Kabupaten Sikka juga memasukkan muatan lokal ke dalam kurikulum, seperti tenun ikat, bahasa, dan budaya Sikka sebagai bagian dari pendidikan kontekstual. Kebijakan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dinilai menjadi bentuk konkret pelestarian budaya lokal di tengah gempuran modernisasi.
2. Kesehatan: Penurunan Tajam Angka Kematian dan Stunting
Di sektor kesehatan, Bupati memaparkan hasil menggembirakan atas program prioritas yang difokuskan pada pelayanan dasar bagi masyarakat miskin serta peningkatan kapasitas tenaga medis.
Capaian utama antara lain:
Angka Kematian Bayi menurun drastis dari 9/1000 kelahiran (2023) menjadi 3/1000 kelahiran (2024).
Angka Kematian Ibu turun dari 69,1 per 100.000 kelahiran menjadi 49,1.
Prevalensi Stunting juga menunjukkan penurunan dari 15,13% (2023) menjadi 11,1% (2024).
“Penurunan angka stunting ini tidak hanya hasil dari intervensi medis, tetapi juga pendekatan sosial dan perubahan pola asuh yang berbasis komunitas,” ujar Bupati dalam pidatonya.
3. Infrastruktur: Mendorong Konektivitas dan Akses Air Bersih
Urusan pekerjaan umum menjadi sektor krusial dalam mengurangi kesenjangan antarwilayah. Pemerintah Kabupaten Sikka telah mengupayakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur strategis seperti irigasi, jalan, dan jembatan.
Beberapa capaian infrastruktur meliputi:
Jaringan Irigasi dalam kondisi baik meningkat dari 46,25% (2023) menjadi 47,47% (2024).
Akses air bersih naik dari 54,71% menjadi 56,41%, meski masih di bawah target SDGs sebesar 65%.
Namun, kondisi jalan kabupaten mengalami penurunan dari 63,66% (537,45 km) menjadi 57,75% (509,01 km). Hal ini disebut akibat beban infrastruktur yang terus meningkat serta kebutuhan rehabilitasi mendesak.
4. Urusan Sosial: Perlindungan bagi yang Rentan
Pembangunan sosial diarahkan untuk mendorong kemandirian penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Pada tahun 2024, 62,81% atau 214.130 orang dari total 340.916 PPKS telah menerima bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
“Tidak ada warga yang boleh tertinggal. Bantuan bukan hanya bentuk empati, tapi investasi sosial jangka panjang,” tegas Bupati.
5. Ketahanan Pangan: Realisasi Melebihi Target
Kabupaten Sikka juga menunjukkan performa positif dalam sektor pangan. Rasio konsumsi normatif terhadap produksi pangan strategis (beras, jagung, ubi) dan stok beras daerah pada tahun 2024 mencapai 0,79%, melampaui target yang ditetapkan sebesar 0,56%.
Hal ini menjadi indikator bahwa masyarakat Sikka semakin mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangannya.
6. Lingkungan Hidup: Tantangan Kualitas Lingkungan yang Dinamis
Dalam sektor lingkungan, Bupati mengakui tantangan yang dihadapi semakin kompleks. Indeks Kualitas Lingkungan (IKL) menunjukkan penurunan dari 75,44 (2023) menjadi 72,82 (2024), meski sejumlah indikator lain masih cukup tinggi seperti:
Kualitas Udara: 93,72%
Kualitas Air: 53,33%
Indeks Tutupan Lahan: 67,60%
Pemkab Sikka menekankan pentingnya edukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan berbasis komunitas.
Menatap Masa Depan: Komitmen Berkelanjutan
Menutup pidatonya, Bupati Sikka menegaskan bahwa pencapaian-pencapaian tersebut bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses panjang menuju masyarakat yang adil, makmur, dan berkelanjutan.
“Dalam semangat kemerdekaan, kita harus merdeka dari kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan. Pemerintah tidak bisa sendiri. Dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen daerah,” ujar beliau di hadapan ribuan peserta upacara.
Dengan hasil-hasil ini, Kabupaten Sikka menunjukkan bahwa pemerintahan daerah yang berpihak pada rakyat mampu mewujudkan perubahan nyata.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










