Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Melkiades Laka Lena -Johanis Asadoma: Fondasi Dibangun, Akselerasi Diuji

Reporter : Oll
IMG 20260220 WA0002

Kunjungan wisatawan mencapai 1.840.488 orang atau 143,96 persen dari target. Sektor pariwisata tumbuh 17,99 persen.

“Pariwisata bukan sekadar mendatangkan wisatawan pariwisata harus menghadirkan kesejahteraan.”
Pemerintah menekankan bahwa event harus berdampak langsung pada pelaku UMKM, homestay desa, dan ekonomi kreatif lokal.

Kesehatan: Stunting Turun, Alarm Belum Redup

Prevalensi stunting berdasarkan e-PPGBM turun menjadi 20,2 persen dari 21,2 persen pada 2024. Namun secara absolut jumlah balita stunting meningkat menjadi 65.336 anak—indikasi bahwa persoalan ini belum sepenuhnya terkendali.
Kasus malaria turun dari 7.920 (2024) menjadi 4.332 kasus (2025). Angka kematian akibat rabies juga menurun sekitar 34,8 persen.

Baca Juga :  Gubernur Instruksikan Para Penjabat Bupati Segera Konsolidasikan RPJMD Kabupaten

“Setiap anak bebas stunting adalah investasi masa depan NTT.”
Pemerintah menegaskan pendekatan tahun kedua akan lebih presisi, berbasis data desa dan intervensi keluarga berisiko tinggi.

Pendidikan dan Perlindungan Sosial: Mengurangi Risiko Kemiskinan Baru

Sebanyak 88 titik Sekolah Rakyat dibentuk. Program Bantuan Siswa Miskin menjangkau 1.124 siswa. Pada 2025, sebanyak 4.642 siswa NTT diterima di Perguruan Tinggi Negeri.
Di sektor ketenagakerjaan, 100.000 pekerja sektor informal didaftarkan dalam jaminan sosial ketenagakerjaan dengan alokasi Rp10,08 miliar.

“Risiko kerja tidak boleh berubah menjadi kemiskinan baru bagi keluarga.”
Pendekatan ini dinilai sebagai upaya mencegah kemiskinan akibat guncangan ekonomi dan risiko sosial.

Baca Juga :  DKPP Akan Periksa Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Malaka Pada 3 September 2021

Refleksi Kritis: Tragedi YBR dan Koreksi Sistem

Dalam bagian paling reflektif pidato, Gubernur menyinggung tragedi yang menimpa seorang anak berinisial YBR. Peristiwa itu disebut sebagai cermin lemahnya integrasi data dan koordinasi lintas sektor.

“Bukan karena tidak ada kebijakan. Tetapi karena integrasi belum optimal.”
Tahun kedua akan difokuskan pada presisi data kemiskinan, deteksi dini berbasis desa, serta pembentukan lima tim percepatan, termasuk Tim Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan.

Rakyat sebagai Kompas Kebijakan

Hasil survei Voxpol Center menunjukkan masyarakat memprioritaskan ekonomi dan kesejahteraan (40,1 persen), serta infrastruktur dan layanan dasar (33,9 persen). Bagi Gubernur, survei tersebut bukan sekadar angka popularitas, melainkan kompas arah kebijakan.

Baca Juga :  Pemukulan Bedug oleh Gubernur Melki Laka Lena Resmikan Pawai Kupang Bertakbir, Pererat Toleransi Antarumat

“Rakyat tidak hanya menilai. Rakyat memberi arah.”

Dengan tujuh pilar pembangunan dan semangat “Ayo Bangun NTT”, pemerintah menegaskan tahun kedua sebagai fase akselerasi mikro dari fondasi sistem menuju dampak langsung bagi keluarga.

Menutup pidatonya, Gubernur mengutip prinsip klasik: Salus populi suprema lex esto keselamatan dan kesejahteraan rakyat adalah hukum tertinggi.
Satu tahun telah berlalu. Fondasi telah diletakkan. Kini publik menanti pembuktian: sejauh mana akselerasi benar-benar hadir di dapur keluarga, di ladang petani, di laut nelayan, dan di masa depan anak-anak Nusa Tenggara Timur. (Team)