Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

“Saya Tidak Suka Kalau Kita Tidak Satu Frekuensi” Strategi Tegas Kadis Koperasi NTT Bangun Disiplin, Soliditas, dan Layanan UMKM

Reporter : Ollchan Editor: Redaksi
IMG 20260415 WA0038

Langkah ini memperlihatkan upaya penegakan disiplin berbasis partisipasi, bukan sekadar kontrol administratif.
Di sisi lain, Linus menegaskan bahwa transformasi internal menjadi kunci dalam menjawab tantangan eksternal, terutama dalam pengembangan sektor UMKM di NTT. Dengan jumlah pelaku usaha yang mencapai lebih dari 366 ribu, persoalan klasik seperti tersendatnya akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Menurutnya, problem tersebut tidak semata berada pada aspek kebijakan, tetapi juga pada kualitas layanan birokrasi yang belum sepenuhnya responsif dan berpihak.

“Kalau tim tidak solid, pelayanan tidak akan maksimal. Akibatnya, UMKM terus berada di pinggiran dan tidak mendapat akses yang layak,” tegasnya.

Baca Juga :  Serahkan SK Ke-51 Guru PPPK, Bupati Simon: Kerja Jujur, Tulus Dan Tuntas.

Linus mendorong perubahan paradigma dari sekadar menjalankan program menjadi menghadirkan pelayanan berbasis empati. Ia menekankan pentingnya membangun mentalitas aparatur yang berani melayani dengan hati, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.

Upaya ini, lanjutnya, hanya bisa dicapai jika seluruh jajaran bergerak dalam satu ritme yang sama memiliki visi yang sejalan, komitmen yang kuat, serta tanggung jawab kolektif terhadap hasil kerja.

“Kalau kita satu frekuensi, koordinasi akan kuat, eksekusi akan cepat, dan hasilnya akan nyata. Di situlah kepercayaan publik dibangun,” ujarnya.

Baca Juga :  Silet Open Up Guncang Maumere: Tabola Bale Jadi Simfoni Puncak di Festival Jelajah Maumere

Ia optimistis, dengan fondasi kebersamaan yang diperkuat sejak level internal, Dinas Koperasi dan UMKM NTT mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi berdampak langsung bagi pelaku usaha di daerah.

“Kita tidak butuh banyak slogan. Kita butuh kerja nyata. Dan itu dimulai dari tim yang solid, disiplin, dan punya semangat yang sama,” pungkas Linus.