“Jikalau Malaka dibangun tanpa korupsi maka akan menjadi kabupaten yang memberikan contoh, baik secara nasional bahkan internasional, khususnya menunjukkan kepada dunia bahwa orang Indonesia bukan berbudaya korupsi tetapi budaya saling menghormati, saling menghargai, saling membesarkan satu sama lain”, tutur Bupati Malaka.
Bupati Malaka menambahkan saling menghormati, saling menghargai sesama sudah menjadi tradisi adat Malaka, atau dapat dikatakan kamu adalah saya, saya adalah kamu. Konsep ini sudah ada sejak dari leluhur kami dan telah menanamkan kunci untuk kita melangkah lebih jauh lagi, yakni budaya saling menghormati dan saling menghargai.
“Kalau kita tidak saling menghormati, tidak saling manghargai bagaimana kita harus bekerja aman dan nyaman. Sesungguhnya, apapun yang kita lakukan tujuan utama adalah untuk kesejaterahan masyarakat Malaka, golnya di situ. Sesuai apa yang tertulis dalam pembukaan konstitusi UUD 1945, memajukan kesejahteraan umum”, ungkap Bupati Simon
Kata Bupati Malaka, kami punya niat baik untuk membangun Malaka. Kalau pemimpin punya niat baik, untuk mengabdi pada Rai Malaka, maka yang diutamakan adalah pelayanan jangan hanya lip service (sekedar ucapan) tetapi diimplementasikan.(Ollchan)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










