Di kesempatan yang sama, Bupati Malaka menegaskan tetap prioritas untuk meningkatkan hasil panen, bahkan ia mengatakan tidak hanya omong karena di beberapa tempat sudah siap untuk sumur bor. Selain itu, kita juga segera memperbaiki saluran-saluran yang rusak.
“Inikan kita tidak pernah memprediksi bahwa begitu saya dilantik harus ada bencana Seroja (serangan Roh Jahat) namanya juga bencana jadi kita harus hadapi, kita harus berdamai dengan diri, berdamai dengan keluarga, berdamai dengan sesama, berdamai dengan alam sekitar. Tidak apa-apa kita hadapi pasti ada solusinya”, tutur Bupati Simon
Untuk kaum muda milenial, Dirinya punya program agar adik-adik yang milenial yang aktif untuk mengelolah semua lahan, saya ingin ke depannya setiap desa mesti miliki satu pendamping. Jadi adik-adik saya yang tamatan pertanian, atau bertani, itu juga harus ada atensi dari pemerintah dan itu akan membuat mereka semangat. Satu desa satu pendamping.
Bupati Malaka kepada media ini kembali menegaskan terkait brand sangat dibutuhkan dalam era perdagangan bebas sehingga harus diurus oleh Bupati melalui dinas terkait.
“Menghadapi era perdagangan bebas ditunjang dengan kecanggihan dunia digital ini, brand yang kita miliki mesti mendapat pengakuan dan perlindungan HAKI-nya. Ini segera diurus oleh Bupati melalui Dinas terkait”, tutup Bupati Simon (*/Oll)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










