Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Transformasi Persoda, Strategi Bank NTT Perkuat Kendali dan Dorong Ekonomi Daerah

Reporter : Ollchan Editor: Redaksi
charlie-paulus-blak-blakan-kredit-harus-produktif-bukan-konsumtif
Charlie Paulus Blak-blakan: Kredit Harus Produktif, Bukan Konsumtif!

Di tengah proses transformasi tersebut, Bank NTT tetap agresif mendorong intermediasi sektor riil, salah satunya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tahun ini, dialokasikan dana sebesar Rp350 miliar, dengan fokus pada sektor produktif, termasuk Rp50 miliar untuk pekerja migran dan Rp300 miliar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Langkah ini dinilai strategis dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Namun demikian, Charly mengingatkan bahwa akses kredit harus diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai. Ia menegaskan pentingnya penggunaan kredit secara produktif agar tidak menimbulkan risiko kredit bermasalah.

“Kredit itu instrumen untuk mengembangkan usaha, bukan untuk konsumsi. Kalau tidak dikelola dengan baik, justru akan menjadi beban,” ujarnya mengingatkan.

Baca Juga :  Soal Kenaikan Tarif Sewa Kios, Simak Penjelasan Maxi Nomlene

Ia juga menekankan perlunya sinergi antara sektor perbankan dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, potensi gagal bayar tidak semata-mata persoalan perbankan, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

“Ketika masyarakat kehilangan pendapatan, maka dampaknya langsung ke kemampuan bayar kredit. Di sini peran pemerintah daerah sangat penting, baik melalui program pemberdayaan maupun penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.

Terkait kinerja keuangan, Charly mengakui bahwa laba Bank NTT pada tahun sebelumnya mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya rasio kredit bermasalah sebagai dampak tekanan ekonomi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kinerja bank masih berada dalam kondisi sehat dan tetap mencatatkan keuntungan.

Baca Juga :  Penyesuaian Tarif PPN Jadi 12%: Kebijakan yang Tetap Melindungi Masyarakat Menengah ke Bawah

“Yang terpenting, kita masih mampu menjaga profitabilitas. Ini menunjukkan fundamental bank tetap kuat, meskipun menghadapi tantangan,” pungkasnya.

Dengan transformasi menuju Persoda, Bank NTT diharapkan tidak hanya menjadi institusi keuangan, tetapi juga pilar strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.