“Semen Kupang ini salah-satu industri besar di Nusa Tenggara Timur. Selain sebagai salah-satu kegiatan ekonomi yang besar, juga merupakan ikon NTT. Secara bisnis, ini adalah industri yang sangat prospektif” kata Staf Khusus Gubernur NTT itu.
“Dari sisi pasar, untuk NTT kita masih memiliki selisih kebutuhan sebesar 1,1 juta ton per tahunnya. Potensi pasar kita selain di NTT, juga untuk Timor Leste dan Australia. Sehingga dari sisi bisnis, ini _sustainable_. Karena bahan bakunya tersedia secara melimpah dan pasarnya cukup luas,” tambahnya.
Menurut Kameo, dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT, terutama dari Gubernur NTT sangat dibutuhkan. Beliau menyebutkan perlunya dukungan kebijakan dan dukungan politik. Gubernur NTT diharapkan dapat membantu untuk merealisasikan rencana-rencana pengembangan unit perseroan ini dalam pembicaraan pada level nasional.
Senada dengan itu, Komisaris Utama PT.Semen Kupang, Esti Wiseto Baroto memberikan gambaran kebutuhan semen secara nasional.
“Secara nasional, _supplay_ semen kita itu sebenarnya berlebih, sekitar 60 hingga 70 persen. Tetapi, semen itu biaya produksinya cukup besar. Antara 15 sampai 30 persen itu untuk ongkos transportasi. Jadi kalau kita bangun pabrik sendiri, secara nasional bisa dihemat ongkos produksinya” pungkasnya.(Lani)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








