Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Proses Hukum Kasus Bawang Merah di Malaka, ARAKSI NTT: Bukan Soal Politik, Tapi Keadilan

IMG 20240710 WA0028

Malaka, Mensanews.com- Ketua Umum Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (ARAKSI) NTT, Alfred Baun, SH., menegaskan bahwa proses hukum terhadap kasus korupsi pengadaan benih bawang merah di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak ada kaitannya dengan politik.

Pernyataan ini disampaikan Alfred Baun kepada wartawan di Kupang pada Selasa (9/7/24), sebagai respons terhadap berbagai spekulasi yang beredar.

“Proses hukum kasus korupsi pengadaan benih bawang merah ini murni tentang keadilan dalam penegakan hukum. Posisi ARAKSI terus mengawal kasus ini sebagai tanggung jawab sejak tahun 2018 hingga saat ini,” ujar Alfred Baun.

Baca Juga :  Pj Gubernur Meninjau Lokasi Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi

Kasus yang melibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 3,9 miliar dari total anggaran Rp 9,8 miliar tersebut telah berjalan selama beberapa tahun. Alfred Baun menekankan bahwa penyelidikan dan penyidikan kasus ini tidak ada kaitannya dengan politik di Malaka.

“Kami tidak berada pada posisi kepentingan politik, tetapi kami terus mengawal kasus ini agar bisa terungkap hingga aktor intelektualnya. Ibarat sebuah pohon, jangan hanya memetik daunnya, melainkan juga mencabut akar dan menebang pohonnya,” tegasnya.Kasus ini juga mendapat perhatian dari Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KOMPAK) Indonesia.

Baca Juga :  Pemprov NTT Raih Opini WTP Ke-9 Secara Beruntun

Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangkap aktor intelektual di balik kasus ini. “Kalau perlu, kami akan melakukan aksi besar-besaran di KPK RI,” kata Gabriel Goa pekan lalu.