Saat itu, tambah Suster Hildagardis, ia mendengar teriakan minta tolong dari tengah kobaran api, namun mereka tidak mampu berbuat apa-apa sampai korban meninggal.
Dua suster tersebut mengaku panik saat berusaha memadamkan api yang sudah membesar. Selain itu, tidak ada bantuan dari warga karena letak susteran yang jauh dari permukiman penduduk. Baru setelah kobaran api mencapai atap rumah, warga berdatangan dan membantu memadamkan api sekitar pukul 03.00 Wita.
Menurut Suster Hildagardis, api kemungkinan berasal dari sumber kamar korban. Saat ini korban disemayamkan di Gereja Watuapi dan rencananya akan dimakamkan pada Jumat (5/3). “Dia tidak pesan apa-apa kepada kami, makan malam sama-sama dan tidak ada tanda apa-apa biasa saja,” pungkasnya. (*/mi)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








