Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Hukum  

APH Wajib Periksa Bendahara Elwi Lassa, Pulihkan Nama Baik Safirah Abineno

Reporter : Ollchan
IMG 20260502 WA0011

Konteks ini menjadi penting dalam menilai siapa yang memiliki kewenangan atas pengelolaan keuangan pada saat transaksi berlangsung.

Hak Guru Mengendap, Pertanyaan Menguat

Fakta lain yang mencuat adalah peruntukan dana Rp126.220.000 yang disebut berkaitan dengan pembayaran hak 27 guru honorer dan 7 tenaga kependidikan (tendik). Namun hingga kini, hak tersebut belum sepenuhnya diterima.

“Ini bukan sekadar soal transaksi, tapi soal hak yang tertahan. Uang itu tercatat, tetapi belum sampai ke penerima,” kata sumber tersebut.

Situasi ini menggeser fokus persoalan dari dugaan penggelapan menuju pertanyaan tentang tata kelola dan distribusi dana.

Baca Juga :  Deadline Cair Dana BOS Tahap Akhir Di Malaka 15 November

APH Didesak Bertindak

Seiring terbukanya data perbankan, desakan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mendalami kasus ini semakin menguat. Salah satu yang disorot adalah pihak penyetor dana pada 5 Mei 2025, yakni bendahara BOS yang tercatat melakukan setoran sebesar Rp126.220.000.

APH diminta menelusuri asal-usul dana yang disetor kembali, mekanisme penarikan sebelumnya, serta pihak yang bertanggung jawab atas perputaran dana tersebut.

“Harus dijelaskan secara transparan: dari mana uang itu saat disetor, bagaimana alurnya, dan siapa yang mengendalikan,” tegas sumber tersebut.

Baca Juga :  Diduga Kuat Tunjangan Sertifikasi Safirah Abineno Ditilap

Arah Fakta Berubah

Dengan terbukanya dokumen rekening giro, arah kasus mulai bergeser. Tuduhan terhadap kepala sekolah tidak hanya melemah, tetapi memunculkan pertanyaan baru terhadap pihak-pihak yang mengelola dana dalam periode tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak terkait. Namun tekanan publik untuk mengusut tuntas aliran dana BOS di SMKN 5 Kupang terus meningkat.

Satu hal mulai terang: data perbankan menghadirkan fakta yang tidak terbantahkan, sementara narasi yang tidak utuh perlahan runtuh di hadapan bukti.( Team)