“Keterbatasan anggaran sehingga tidak semua kerusakan bisa dikerjakan,” ujar Aron.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya mengerjakan rabat beton di sisi jalan sepanjang 50 cm guna mengamankan tepi aspal yang rawan patah akibat kendaraan bertonase besar. Selain itu, dua unit deker juga telah diselesaikan sesuai skala prioritas.
Fokus pada Tanjakan Berbahaya dan Keluhan Warga
Aron menegaskan bahwa pengerjaan diutamakan pada titik-titik yang dinilai paling kritis dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kita memaksimalkan daerah tanjakan yang berbahaya,” katanya.
Meski banyak keluhan warga yang diakomodasi, beberapa ruas tetap belum dapat dikerjakan karena keterbatasan anggaran yang tersedia.
Diharapkan Beri Pemahaman Publik
Dengan adanya penjelasan dari PPK 02 dan kontraktor pelaksana, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman lebih komprehensif mengenai kondisi lapangan, tantangan teknis, serta batasan anggaran dalam pembangunan ruas Jalan Welaus–Kusa.
Pengerjaan yang kini hampir selesai diharapkan dapat meningkatkan kelancaran transportasi, keselamatan pengguna jalan, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Mewakili masyarakat sepanjang jalan Welaus – Kusa, Antonio mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Propinsi NTT yg sudah memperhatikan dan memperbaiki jalan Welaus kusa yg biasanya waktu tempuh harusnya 1jam sekarang cuma 30 menit sudah bisa dilalui.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










