Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kebutuhan Air Di NTT Sulit: Kasatker ATAB BWS- NT II, Begini Cara Mengatasinya.

IMG20210218161001 scaled
Kepala SATKER ATAB BWS-NT II, Nahazon Hariandja,ST.MT

Hingga kini untuk kebutuhan air di daerah Provinsi Nusa Nenggara Timur (Prov,NTT) masih sangat  menduduki posisi kritis dimana hampir setiap kabupaten di daerah ini mengalami kesulitan. Terkhusus pada musim kemarau antara  September hingga November sungguh daerah ini alami kekeringan panjang.

Menyikapi persoalan ini Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Republik Indonesia( PUPR-RI) melalui dirjen Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS-NT II) terkhusus pada Satuan Kerja Air Tanah Air Baku (Satker Atab) hadir guna melayani khusus kebutuhan air bagi masayarakat NTT.

Kepala SATKER ATAB,BWS-NT II,Nahadzon Hariandja,ST,MT ditemui media ini di ruang kerjanya, Kamis (18/2/2021) menjelaskan terkait mekanisme kerja dan tugas pokok dari lembaga teknis terkait. Menurut Nahadzon mekanime kerja kementrian tentunya seluruh kegiatannya sudah diatur melalui aturan yang mengikat. “ Terkait tugas dan peran kita tentunya seluruhnya sudah ada mekanisme pelaksanaannya. Tidak ada hal baru yang tidak diatur menyangkut pekerjaan kita” Jelas Nahadzon.

Baca Juga :  Achmad Yurianto: Bertambah 38 Orang, Total 172 Orang Positif Covid-19 -- 17 Maret

Mendengar informasi akan fenomena kekeringan di NTT Nahadzon menambahkan bahwa sudah pasti dengan kondisi daerah NTT yang sangat kering maka kebutuhan akan air tanah-air baku sudah tentu mengalami kesulitan. Untuk menjawab tuntutan kebutuhan tersebut perlu adanya gerak kreatifitas dan inovasi dari kepala daerah dan seluruh masyarakat dengan mencintai lingkungan yakni perlu adaya reboisasi serta tindakan penyelamatan lingkungan dan  hutan dengan tindakan menanam pohon. “ Saya pikir perlu adanya gerakkan ramah dan cinta lingkungan. Perlu dilakukan penanaman pohon sehingga stok air tetap ada” ungkap Nahadzon.

Baca Juga :  1 Pasien Covid Di Kabupaten Kupang Dinyatakan Sembuh,7 Pasien Masih Dirawat

Nahadzon yang kini baru kembali bertugas di NTT dengan sebelumnya seluruh proses pendidikan dasar hingga menengah semua dilalui di Kota Kupang dan kini kembali melayani masyarakat NTT tentunya banyak hal terkait langsung kondisisi riil masayarakat NTT sudah diketahuinya. Untuk itu kini dirinya ketika ditugaskan kembali di NTT adalah menjadi satu kesempatan khusus untuk mengabdi. “ ya, saya tamat sekolah di kota Kupang sehingga untuk kondisi NTT bagi saya adalah bukan daerah baru” Ungkap Nahadzon.

Terkait program kerja yang sifatnya berkelanjutan dari tahun ke tahun tidak lain Nahadzon mengatakan untuk program kerja tentunya berstandar pada rencana strategis (renstra) dan semua program kerja dari tahun ke tahun akan berkelanjutan. “ Program kita tetap berkelanjutan dari tahun ke tahun. Tahun ini sudah sudah direncanakan dari tahun sebelumnya” Terang  Nahadzon.

Baca Juga :  Update: Kasus Covid-19 , Jumad 19 Maret 2021

Menyinggung tentang gerakan peduli lingkungan oleh Nahadzon menambahkan bahwa kewenangan terkait hubungan lintas sektor tentunya kewenangannya ada pada Balai dimana ada bagian tugas yang menangani tentang kolaborasi itu. “ di Balai ada Gerakan Kemitraan Nasional Peduli Air (GKNPA) melalui ini dapat mengatur hal kemitraan. Nanti pak wartawan bisa datang ke balai untuk bangun komunikasi terkait soal ini” Tandas Nahadzon . (Frondes)