Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  
Topik : 

Sengon 1 Triliun

Screenshot 20190807 230943 1 1 1

Bahkan PLN sendiri sampai harus mengeluarkan ganti rugi kepada konsumen. Nilainya sampai Rp 1 triliun.

Satu pohon sengon. Di sebuah desa. Mampu menggegerkan mayapada.

Pohon sengon itu tidak salah. Tumbuhnya di dalam pagar penduduk. Tapi menjulang sangat tinggi.

Tinggi tiang SUTET itu 40 meter. Tapi bentangannya menggelayut. Tinggi 18 meter. Tinggi sengon itu sekitar 15 meter. Sudah mencapai medan magnet SUTET. [sc name=”BACA JUGA” ]

Tapi sengon itu juga berhak bertanya:
– Mengapa dibiarkan tumbuh tinggi di situ?
– Mengapa tidak ada yang tahu?
– Apakah tidak ada lagi anggaran untuk patroli pohon?
– Mengapa ada kebijakan anggaran ini –bahwa biaya operasi dan pemeliharaan harus di bawah anggaran SDM?
– Mengapa SUTET itu begitu rapuh? Hanya kesenggol satu pohon sudah pingsan?

Baca Juga :  UNHENA “Kampungkan Kampus Merdeka Belajar

Itulah. Mengapa tidak boleh ada pohon dekat SUTET (Saluran Utama Tegangan Ekstra Tinggi). Jangankan sampai nyenggol. Memasuki medan magnetnya pun sudah mengganggu. Bisa korsleting. Yang mengakibatkan arus listrik terhenti.

Mengapa yang korsleting di selatan Semarang, padamnya di Jakarta dan Jabar?[sc name=”BACA JUGA” ]

Orang Jakarta itu makan listriknya paling besar. Apalagi ditambah daerah industri sekitarnya: Tangerang, Bogor, Bekasi, Karawang.

Padahal pembangkit listrik terbesarnya ada di Jatim. Di Paiton.

Maka harus ada pengiriman listrik dalam jumlah besar. Dari Jatim ke Jakarta. Sekitar 3000 MW. Tepatnya saya sudah lupa.

Baca Juga :  Dilematika Perangkat Desa Se-Kabupaten TTS

Listrik sebesar itu hanya bisa dikirim lewat SUTET –yang tegangannya 500 kVA. Ibarat kirim air, selangnya harus sangat besar.