Lanjut Simon, karena itu di tingkat kabupaten, Perda harus jelas, kalau perda tidak ada harus ada kajian dari ahli, dari stakeholder yang terkait, baru saya keluarkan keputusan atau yang namanya peraturan Bupati.
“Jadi dalam menetapkan suatu peraturan atau keputusan itu mesti melewati semua tahapan itu baru jelas. jika tidak minta maaf”, ujar Bupati Terpilih
Dan ingat, Bupati hanya satu tidak ada istilah dia juga bupati,di Kepolisian juga jelas komandan itu satu, kalau semua jadi komandan maka roda pemerintahan tidak berjalan dengan baik, saya tidak suka seperti itu.
Hal bersejarah yang patut disyukuri dan tidak semua orang mengalaminya adalah hal yang dialami oleh Simon Nahak. Ketika Beliau ditetapkan menjadi Bupati terpilih di kabupaten malaka, disana beliau menemukan teman seperjuangan saat masih di bangku Kuliah S1 Fakultas Hukum di Universitas Warmadewa Bali yang sekarang menjadi Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno, S.H.
Ini menandakan bahwa kemenangan SN-KT bukan karna soal politik saja, tetapi kemenangan SN-KT adalah campur tangan Tuhan yang begitu besar sehingga orang-orang terdekat yang nantinya menjadi mitra untuk membangun malaka adalah sahabat dekat sendiri.
Semasa kuliah di Universitas Warmadewa kami duduk satu bangku, satu tempat duduk sehingga persahabatan ini sudah terjalin selama kami berada di bangku kuliah, tetapi dalam hal tugas kami masing-masing menjalankan sesuai dengan tupoksi. “Kita tetap menjunjung tinggi professional dalam menjalankan tupoksi, itu mencirikan nilai akademik kita”, tutup Simon Nahak (*OM)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










