“Semoga kehadiran PLN dapat memancarkan cahaya harapan, menguatkan semangat warga untuk bangkit, serta merajut kembali asa pascabencana,” tuturnya.
Bantuan yang Menjadi Penguat di Tengah Krisis
Di tengah kondisi pengungsian, bantuan yang datang bukan hanya dinilai dari nilai materialnya. Bagi warga terdampak, kepedulian tersebut menjadi penguat psikologis bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi dampak bencana.
Kepala BPBD Kabupaten Ende, Marselus Eclesianus Meta, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PLN UIW NTT.
Ia menyampaikan terima kasih mewakili Bupati Ende dan seluruh masyarakat Kabupaten Ende atas bantuan yang diberikan bagi para korban gempa.
“Bantuan ini sangat berarti untuk meringankan beban warga kami. Semoga menjadi berkah bagi keluarga besar PLN dan masyarakat Ende secara keseluruhan,” ungkapnya.
BPBD Kabupaten Ende memastikan bantuan tersebut akan didistribusikan secara merata ke lokasi-lokasi yang terdampak bencana di wilayah tersebut.
Apresiasi serupa datang dari Sekretaris Camat Reok, Yos Sudaro. Ia menilai bantuan PLN memiliki arti penting bagi masyarakat Kecamatan Reok yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
“Mewakili masyarakat khususnya di Kecamatan Reok, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian PLN NTT. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami di masa sulit ini. Semoga Tuhan terus memberkati PLN dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Merajut Asa, Memulihkan Kepercayaan
Gempa tidak hanya merusak bangunan dan infrastruktur. Bencana juga mengguncang rasa aman masyarakat.
Karena itu, proses pemulihan membutuhkan lebih dari sekadar pembangunan kembali fasilitas fisik.
Dibutuhkan gotong royong, solidaritas dan kehadiran berbagai pihak untuk mengembalikan kepercayaan warga bahwa kehidupan dapat kembali berjalan.
Dalam konteks tersebut, langkah PLN UIW NTT memperlihatkan pendekatan yang menggabungkan dua sisi sekaligus: pemulihan sistem kelistrikan dan dukungan kemanusiaan.
Melalui program TJSL, PLN berupaya memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh dukungan selama masa tanggap darurat. Pada saat yang sama, PLN terus mengawal pemulihan keandalan pasokan listrik di wilayah terdampak gempa.
Koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD dan instansi terkait juga menjadi bagian penting agar penanganan pascabencana dapat berjalan terpadu dan berkelanjutan.
Bagi warga Flores yang masih menjalani hari-hari di pengungsian, sebuah lampu darurat mungkin terlihat sederhana. Namun ketika malam datang dan kehidupan harus berlangsung di tengah keterbatasan, cahaya itu dapat menjadi penanda bahwa harapan masih menyala.
Dari posko ke posko, dari satu wilayah terdampak ke wilayah lainnya, PLN UIW NTT berusaha memastikan cahaya itu tetap hadir bukan hanya sebagai penerangan, tetapi sebagai simbol solidaritas dan asa untuk bangkit kembali setelah gempa Flores.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










