Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Pesan Wali Kota Christian Widodo untuk Wartawan: Viral Bisa Sesaat, Kepercayaan Bertahan Lama

Editor: Redaksi
IMG 20260810 WA00041

KUPANG, Mensanews.com – Di tengah derasnya arus informasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (AI), menjamurnya media sosial, hingga munculnya influencer sebagai sumber informasi alternatif, kepercayaan publik menjadi modal utama yang harus dijaga insan pers.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat membuka Pelatihan Jurnalistik Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Sekretariat SMSI NTT, Kota Kupang, Selasa, 5 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi SMSI NTT dalam memperkuat kompetensi wartawan sekaligus mendorong terciptanya ekosistem media siber yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan jurnalistik di era transformasi digital.

Christian Widodo mengapresiasi SMSI NTT yang secara konsisten menggelar kegiatan peningkatan kapasitas wartawan melalui pelatihan dan sertifikasi.IMG 20260810 WA0003

Baca Juga :  Bupati Simon Menegaskan Seleksi Sekda Malaka Harus Berjalan Terbuka Dan Fair

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia pers menjadi kebutuhan yang semakin penting karena masyarakat saat ini berhadapan dengan arus informasi yang sangat cepat dan tidak seluruhnya dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya hari ini sebenarnya memiliki dua agenda. Satu agenda lainnya adalah peresmian PT APN Farmasi. Tetapi saya memilih hadir di SMSI, karena bagi Pemerintah Kota Kupang peran media sangat penting. Bahkan kalau pesertanya hanya satu atau dua orang pun, saya tetap datang,” ujar Christian.

Pers Jadi Jembatan Pemerintah dan Masyarakat

Christian menempatkan pers sebagai salah satu elemen strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan sebuah program pemerintah tidak hanya bergantung pada kualitas kebijakan, tetapi juga bagaimana informasi mengenai program tersebut disampaikan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Dukung Wartawan SMSI NTT, Christian Widodo Janji Sumbangkan Laptop dari Dana Pribadi

Ia menyebut komunikasi publik sebagai bagian penting dari keberhasilan pembangunan.

“Program pemerintah bisa saja bagus, tetapi kalau cara menyampaikannya tidak tepat, masyarakat bisa salah memahami. Sebaliknya, program yang biasa pun dapat diterima dengan baik apabila disampaikan secara cerdas. Karena itu, how to deliver menjadi sangat penting, dan di situlah peran pers,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pers tidak sekadar berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami kebijakan, program, serta berbagai persoalan pembangunan.

Dalam konteks itu, wartawan dituntut tidak hanya cepat dalam memberitakan sebuah peristiwa, tetapi juga mampu menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, terverifikasi, dan memiliki nilai edukasi bagi publik.

Baca Juga :  Steering Committee Rapimnas SMSI Rapat Bersama Pusat Sandi dan Siber TNI Angkatan Darat

Kepercayaan Publik Lebih Penting daripada Viralitas

Memasuki era digital, Christian mengingatkan insan pers agar tidak menjadikan jumlah penonton, pembaca, like, maupun interaksi di media sosial sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah karya jurnalistik.

Menurutnya, perkembangan AI, influencer, dan penyebaran hoaks merupakan tantangan yang dapat berubah seiring perkembangan teknologi. Namun, persoalan mendasar yang akan selalu melekat dalam dunia jurnalistik adalah bagaimana media mempertahankan kepercayaan masyarakat.

“Bagi saya, tantangan terbesar pers bukan hanya AI, bukan hanya influencer, bukan hanya hoaks. Tantangan terbesar yang tidak akan lekang oleh waktu adalah kepercayaan publik,” tegasnya.