Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Perkuat Ekonomi NTT, BI dan Pemprov Satukan 251 Gagasan dalam KARSA NUSA 2026

IMG 20261021 WA0008

KUPANG, MENSANEWS.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Provinsi NTT mendorong penguatan struktur ekonomi daerah melalui riset, kolaborasi lintas sektor, dan perumusan kebijakan berbasis data.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Final Conference Kajian dan Riset Kebijakan Ekonomi Nusa Tenggara Timur (KARSA NUSA) 2026 yang berlangsung di Hotel Aston Kupang, Selasa (20/10/2026).

Mengusung tema “Sinergi Memperkokoh Struktur dan Mempercepat Transformasi Ekonomi NTT untuk NTT Maju dan Sejahtera”, forum ini mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku usaha untuk membahas strategi pembangunan ekonomi daerah yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan.

Selain menjadi ruang pertukaran gagasan dan rekomendasi kebijakan, kegiatan ini juga menjadi puncak rangkaian KARSA NUSA 2026 yang telah resmi dibuka sejak 23 April 2026, sekaligus memberikan apresiasi kepada para finalis call for paper dari berbagai kategori.

Baca Juga :  Pisah Sambut Kapolsek Malaka Tengah dan Malaka Timur, Kapolres Malaka Tekankan Loyalitas dan Ketulusan dalam Tugas

Riset FTZ dan Agroindustri Jadi Sorotan
Salah satu agenda utama dalam konferensi tersebut adalah diseminasi hasil pembahasan riset mengenai potensi implementasi Free Trade Zone (FTZ) atau kawasan perdagangan bebas di Provinsi NTT.

Paparan disampaikan oleh tim peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana sebagai bagian dari penelitian bersama Bank Indonesia. Kajian ini mengeksplorasi peluang pengembangan kawasan perdagangan bebas di NTT melalui model yang memadukan pusat logistik, perdagangan lintas batas, dan agroindustri pangan.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi peluang pengembangan ekonomi daerah dengan memanfaatkan potensi strategis NTT, termasuk posisi wilayahnya dalam aktivitas perdagangan serta peluang pengolahan produk pertanian dan pangan.

Baca Juga :  Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, Lakukan Kunjungan Kerja di Kawasan Persawahan Bena, TTS

Pengembangan model tersebut memerlukan kajian yang komprehensif agar kebijakan yang dirumuskan tidak hanya berorientasi pada peningkatan aktivitas perdagangan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi produk lokal, membuka peluang usaha, dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi publik bertajuk “Menata Masa Depan Ekonomi NTT: Memperkuat Struktur, Menggerakkan Transformasi, Memberdayakan Masyarakat”.
Diskusi ini menghadirkan Prof. Zaafri Ananto Husodo dari Universitas Indonesia, Dr. Maxensius Tri Sambodo dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta budayawan Pater Dr. David Amfotis, SVD., M.A.

Kehadiran para narasumber dari bidang akademik, penelitian, dan kebudayaan diharapkan memperkaya perspektif mengenai transformasi ekonomi NTT, termasuk pentingnya mempertimbangkan potensi daerah, karakteristik masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan.

Baca Juga :  Diminta Meresmikan SPBU, Gubernur : Terima Kasih Kopdit Pintu Air

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, mengatakan KARSA NUSA dirancang untuk mendorong lahirnya riset berkualitas yang mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis bagi pembangunan ekonomi daerah.

Menurutnya, semangat transformasi ekonomi melalui riset dan kolaborasi menjadi landasan penyelenggaraan KARSA NUSA 2026. Antusiasme peserta terlihat dari jumlah karya ilmiah yang masuk dalam kegiatan call for paper.

Tercatat sebanyak 251 paper berhasil dihimpun dari berbagai wilayah di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 182 paper dari kategori umum dan 69 paper dari kategori mahasiswa.

Capaian ini menunjukkan adanya keterlibatan kalangan akademisi, peneliti, dan masyarakat umum dalam menawarkan gagasan serta kajian yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi NTT.